Ramlan Butar-Butar yang diduga otak pelaku perampokan sadis di Polomas dibekuk polisi. Ia ditembak dan tewas kehabisan darah saat dibawa ke RS. Sementara rekannya Erwin Situmorang (belakang) juga ditembak namun masih hidup. Foto: istimewa

batampos.co.id – Ramlan Butar Butar, pelaku pembunuhan sadis di Pulomas Residence, Pulogadung, Jakarta Timur, sebenarnya sudah cukup tua. Perjalanan hidupnya penuh dengan noda hitam. Dia dikenal sebagai pemain lama dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas).

Sebelum tewas di tangan polisi atas perbuatannya menghabisi nyawa Dodi Triono dan dua anak, dua pembantu dan satu anak rekan Dodi, Ramlan pernah diringkus aparat Polres Depok pada Agustus 2015 lalu.

Saat itu dia diringkus bersama rekannya Johny Sitorus. Keduanya kedapatan melakukan aksi curas di Jatimekar, Pondok Gede, Bekasi.

Setahun berjalan, dia sudah bebas. Bahkan melakukan aksi yang sama dan lebih keji.

Akibat ulah Ramlan dan kelompoknya, Dodi Triono harus tutup usia bersama anak dan pembantunya karena disekap di sebuah kamar mandi berukuran 2 kali 1 meter selama kurang lebih 18 jam.

Sebelum itu, Ramlan juga pernah beraksi di rumah warga negara (WN) Korea, Wong Sue Lin, di Perumahan Griya Telaga Permai Blok B2 No. 12 RT 02/19 Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Depok, Selasa (11/8/2016) lalu.

Selain beraksi di rumah milik Wong Sue Lin itu, komplotan pencuri ini juga sebelumnya diketahui beraksi beberapa kali di sejumlah lokasi seperti, toko material dan toko kelontong di daerah Cimanggis, Depok, dan sebuah rumah di daerah Sawangan.

Kini Ramlan telah tewas usai diringkus jajaran Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Bekasi. Ia kehabisan darah saat perjalanan ke rumah sakit usai ditangkap.

Dalam mengungkap kasus di Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur, saat ini petugas masih memburu tiga pelaku lainnya. Ketiga yakni, Pendi Raja Gukguk alias Aritonang, dan NK Sihombing.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Titi Karnavian mengaku motif sementara pembunuhan sadis di kawasan Pulomas, Jakarta Tiimur adalah perampokan. Karena setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) diketahui beberapa barang pribadi berupa perhiasan milik Dodi Triono hilang.

“Sementara ini motifnya (perampokan) karena ada barang perhiasan yang hilang,” ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/12/2016).

Kapolri juga mengakui mengenal dengan salah satu pelaku yang telah dinyatakan tewas. Dia adalah Ramlan Butar Butar atau yang biasa dikenal dengan sebuta Porkas.

Ramlan memiliki kelompok bernama Korea Utara yang biasa berkumpul di Bekasi dan Kramat Jati. Mereka tidak segan-segan melakukan kekerasan kepada para korbannya.

“Modusnya kelompok ini biasanya mereka di hari-hari libur memang mencari rumah sepi dengan patroli-patroli,” katanya.

“Kita akan dalami lagi dari pelaku yang tertangkap (Erwin) yang masih hidup,” jar Tito lagi. (elf/JPG)

Respon Anda?

komentar