Passengers Sulit Naik ke Box Office

2189
Sony Pictures

batampos.co.id – Film Passengers sulit bersaing dalam perebutan puncak box office bulan ini. Pada akhir pekan perayaan Natal, film yang dibintangi Jennifer Lawrence dan Chris Pratt itu diperkirakan ’’hanya’’ meraih USD 23,1 juta (Rp 310,7 miliar) di pasaran Amerika Utara. Passengers susah bersaing dengan Rogue One: A Star Wars Story yang sudah dua minggu memuncaki box office dan Sing yang berada di posisi kedua.

Catatan buruk di pasar utama tersebut memaksa tim promosi dan pemasaran putar otak. Fokus mereka harus dialihkan ke mancanegara agar Sony, rumah produksi Passengers, mampu balik modal. Maklum, film yang disutradarai Morten Tyldum itu dibuat dengan bujet yang tidak kecil, sekitar USD 110 juta (Rp 1,48 triliun).

Di samping itu, tim Passengers telah habis-habisan buat memasarkan film tersebut. Mereka bahkan mengklaim film yang tayang perdana pada pertengahan pekan lalu itu sebagai Titanic versi abad ke-21. Sayangnya, ekspektasi tersebut dipatahkan ulasan kritikus. Film bergenre fiksi ilmiah itu mendapatkan rating rendah – 7 dari IMDb, 32 persen dari Rotten Tomatoes, dan 41 persen dari Metacritic.

Sebagian besar kritikus mengungkapkan, titik lemah film tersebut terletak pada skrip yang tidak dikembangkan dengan baik. Passengers dibawakan terlalu terburu-buru sehingga penonton tidak mampu mengenal latar belakang kedua karakter. Di samping itu, penempatan plot twist di film tersebut dinilai terlalu banyak.

’’Plot twist umumnya diletakkan menjelang akhir film. Passengers meletakkannya tepat sejak awal film,’’ ungkap kritikus film untuk Forbes, Paul Tassi. Parahnya, twist yang direncanakan Tyldum tidak tepat sasaran. Justru merusak suasana romansa antara Aurora Lane (Lawrence) dan Jim Preston (Pratt) yang digembar-gemborkan di trailer dan teaser film.

Pendapat tersebut disangkal Lawrence. Bintang The Hunger Games itu menyatakan bahwa twist dalam Passengers cukup cerdas. ’’Twist-nya memang kontroversial sehingga kami pun nggak memasangnya di materi promosi. Itulah yang membuatku suka dengan Passengers. Setiap orang yang menontonnya pasti punya opini berbeda,’’ ujarnya sebagaimana dikutip The Kansas City.

Naskah film Passengers yang ditulis Jon Spaihts pada 2007 sebenarnya jauh dari kata jelek. Bahkan, naskah tersebut masuk peringkat ketiga di Black List, penilaian naskah film yang belum diproduksi versi para eksekutif rumah produksi. (fam/c14/ayi/JPG)

Respon Anda?

komentar