PERPAMSI Jawa Timur – Jajaran Direktur dan Manajemen PDAM dibawah Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perpamsi Provinsi Jawa Timur, Sabtu(26/11) pagi, mengunjungi PT Adhya Tirta Batam (ATB). Kunjungan tersebut terbilang disengaja oleh DPD Perpamsi Jatim guna mendapatkan masukan hingga tips saran terkait menurunkan tingkat kehilangan air.
foto: atb batam untuk batampos

Perusahaan air? Terbaik ya ATB Batam. ATB Batam menjadi jujukan perusahaan air di Indonesia untuk belajar.

Mereka belajar aneka hal. Seperti pola menekan angka kebocoran, penerapan sistem informasi yang sudah terintegrasi dengan baik hingga pelayanan kepada pelanggan.

Mereka mengunjungi PT Adhya Tirta Batam (ATB)  yang dianggap telah sukses dan berhasil melakukan itu semua.

Selama kunjungan tersebut, banyak diantaranya menanyakan bagaimana cara ATB dalam mengurangi tingkat kebocoran, sambung baru pelanggan, penerapan teknologi SCADA yang terintegrasi dengan GIS sebagai teknologi dalam memonitoring, mengontrol maupun otomasi peralatan operasional baik untuk pengelolaan maupun distribusi air ke pelanggan hingga  mengelola air baku yang terbatas.

“Apa yang sudah dilakukan oleh ATB hingga saat ini sebuah perjalanan luar biasa dan saya apresiasi. Oleh karena itu, saya membawa rombongan ke ATB sebagai tempat untuk menggali ilmu dan rujukan. Sehingga nantinya bisa diterapkan di Bali. Apalagi sumber air di Bali cukup melimpah namun tidak terkelola dengan baik jadi banyak air yang hilang percuma,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Cokorda Ngurah Pemayun saat mengunjungi ATB pada Oktober 2016 silam.

Cokorda juga mengatakan pihaknya cukup beruntung dan tepat datang ke ATB Batam, guna mendapatkan masukan dan belajar bagaimana mengelola air yang cukup melimpah dengan banyaknya sumber air di Bali.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur PDAM Tirta Nauli Sibolga, Marojahan Panjaitan, SE yang pada awal Desember 2016 mengunjungi ATB. Menurutnya, pihaknya sengaja datang ke ATB yang sudah dikenal sebagai “tukang ledeng” terbaik di seluruh Indonesia guna mendapatkan informasi dan ilmu terkait manajemen air bersih.

“Banyak hal yang bisa kita lihat di ATB yang dapat kami ambil ilmunya untuk diterapkan di daerah sendiri. Mengingat saat ini jumlah pelanggan di Sibolga masih sangat jauh dengan Kota Batam yang sudah ratusan ribu pelanggan. Padahal Batam hanya mengandalkan air baku dari hujan saja,” terang Marojahan.

Menanggapi hal tersebut, Manager Corporate Communication ATB Enriqo Moreno mengapresiasikan apa yang dilakukan oleh perusahan air bersih tersebut yang melakukan kunjungan kerja ke ATB.

Namun demikian, apa yang sudah dilakukan oleh ATB tersebut semata-mata guna memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Mengingat sumber air di Batam masih mengandalkan air baku yang bersumber dari hujan yang ditampung di waduk.

“Keberhasilan kami, sebenarnya adalah sebuah ‘kreatifitas’ yang kami lakukan dalam kondisi minim air baku. Meski demikian, hal ini menjadi pemicu untuk kami dalam melakukan yang terbaik,” terang Enriqo.

Sebagaimana diketahui, sepanjang tahun 2016 ATB telah mendapatkan kunjungan dari 26 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), lembaga pendidikan, Universitas, Pemerintah Daerah hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari seluruh Indonesia.

Diantaranya Pemerintah Provinsi Bali, PDAM Way Rilau, PDAM Sibolga, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, PDAM Solo, PDAM Padang, PDAM Boyolali, hingga PDAM Banjar Banjarmasin.

Selain itu, ada juga rombongan dari DPD PERPAMSI Jawa Timur dan CEO Danish Water Technology House (DWTH) Denmark, Omar Christian Thomsen. (rilis)

Respon Anda?

komentar