Kondisi kebocoran pipa ATB yang disebabkan oleh kegiatan galian tanah menggunakan alat berat. foto: humas atb

Sebagai penyedia air bersih di Kota Batam, saat ini PT. Adhya Tirta Batam (ATB) memiliki cakupan layanan mencapai 99,5 persen. Dengan kata lain, hampir seluruh wilayah di Kota berbentuk kalajengking ini sudah terlayani air bersih dari ATB.

Sejalan dengan berkembangnya Kota Batam, pertumbuhan pelanggan ATB pun kian bertambah. Sehingga suplai air ke pelanggan pun sedikit banyak berpengaruh. Khususnya konsumen ATB yang berada di dataran tinggi dan terjauh dari Instalasi Pengolahan Air (IPA)

Kondisi ini, membuat munculnya  Jam puncak  yang kerap di alami oleh pelanggan pada jam-jam sibuk atau pagi dan sore hari.

“Saat ini memang ada  pelanggan yang mengeluh dengan suplai air, terutama saat pagi dan sore hari. Bahkan air hanya mengalir pada malam hari pada suatu wilayah. Suplai air terkadang dipengaruhi oleh kebocoran pipa yang tidak terduga yang mengakibatkan air tidak mengalir normal bahkan tidak mengalir,” ucap Enriqo Moreno Corporate Communication Manager ATB, Kamis (29/12).

Menurutnya, ATB bukan mengabaikan keluhan pelanggan tersebut, namun selalu berupaya memperkuat jaringan distribusi. Hanya saja, memang memerlukan waktu, disebabkan adanya perencanaan biaya, jalur pipa, dan lainnya. Selain itu dikerjakannya juga harus bertahap, tidak dapat sekaligus.

Sementara panjang pipa yang sudah dibangun ATB juga berpengaruh kepada suplai air pelanggan. Semakin panjang pipa yang dimiliki, ATB harus semakin intensif melakukan perawatan secara berkala.

Terkadang untuk mengoptimalkan perawatan yang dilakukan, harus menonaktifkan aliran air dari beberapa pipa sehingga berdampak mengecil atau bahkan berhentinya suplai air kepada pelanggan selama pengerjaan berlangsung.

“Perawatan pipa tersebut tidak dapat dihindari. ATB harus melakukan perawatan untuk menghindari dampak yang lebih besar di kemudian hari. Pipa juga harus dirawat secara berkala agar kualitasnya tetap terjaga dan selalu berfungsi dengan baik,” terangnya.

Enriqo menuturkan, ATB memang telah menentukan standar pipa yang ditetapkan, namun kebocoran pipa tidak dapat dihindari. Kebocoran tersebut juga berdampak pada terganggunya suplai air kepada pelanggan.

Kebocoran dapat terjadi karena beberapa hal, bisanya karena pipanya yang sudah lama atau terkena galian.

“Apabila bocor pipa kecil tidak berdampak besar, namun terkadang untuk memperbaiki kebocoran yang cukup besar ATB harus menghentikan sementara suplai air kepada beberapa pelanggan agar perbaikan kebocorannya lebih optimal,” ujarnya.

Untuk menjaga kuantitas, kualitas dan kontinyuitas pelayanan kepada pelanggan, ATB sudah memanfaatkan tanki reservoir. Saat ini ATB memiliki 15 tanki reservoir yang tersebar di beberapa wilayah di Kota Batam.

“Tanki tersebut diharapkan dapat menjaga suplai air ke pelanggan. Bila ada gangguan listrik, pemeliharaan jaringan atau perbaikan kebocoran tidak secara sesaat air ikut mati, namun masih ada cadangan air bersih yang tersimpan dalam tanki,” katanya.

Agar pelanggan lebih nyaman dan bisa menggunakan air bersih, sebaiknya menampung air secukupnya, sehingga bila ada gangguan suplai akibat pekerjaan ATB tetap dapat menggunakan air. (rilis)

Respon Anda?

komentar