Dodi Triono bersama tiga putrinya. Dua dari tiga putrinya itu ikut tewas saat keluarga ini dirampok dan disekap di kamar mandi sempit bersama pembantu dan anak koleganya. Perampokan terjadi sejak Senin (26/12/2016) siang dan baru ketahuan setelah 18 jam pada Selasa (27/12/2016). Foto: instagram

batampos.co.id – Polda Metro Jaya terus lakukan pengejaran terhadap satu orang pelaku yang buron dalam kasus perampokan disertai pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur.  Pelaku bernama Yus Sitorus, 45.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M. Iriawan mengklaim, pihaknya telah mengendus keberadaan pelaku tersebut.

Saat ditemui di Mapolda, Iriawan mengatakan bahwa petugas gabungan antara Polda dan Polres Metro Jakarta Timur telah mengetahui keberadaan Yus Sitorus. Dia menyatakan, pelaku tengah berada di pinggiran Jakarta. Lokasi tidak disebutkan secara detail. Sebab, dikhawatirkan pelaku bakal kabur.

”Saya nggak bisa sebutkan lokasi detail pelaku. Takut malah kabur nanti,” ucapnya.

Kepolisian mengetahui lokasi Yus dari informasi Erwin Situmorang, pelaku yang telah diamankan. Mantan Kadiv Propam Polri itu optimis, secepat mungkin kepolisian bakal berhasil membekuk Yus.

”Yus juga diketahui membawa dua tas milik dodi. Tas koper ya, kuning dan hijau,” jelas dia.

Iriawan menyebutkan, peran Yus dalam aksi perampokan adalah menyeret Diona Arika Andra Putri (16) dari kamar tidur ke kamar mandi untuk penyekapan. Tidak hanya menyeret. Yus juga, lanjut Iriawan, memukul kepala Diona menggunakan senjata api.

Menurut pria kelahiran Jakarta itu, Yus dapat diibaratkan sebagai tangan kanan Ramlan Butar Butar.

”Semacam seperti wakil kepala dari Ramlan. Kalau Ramlan kan sebagai otak (kepala, Red) dari kejahatan,” kata Iriawan.

Iriawan mengkhawatirkan kondisi orang yang ada di sekitar Yus. Sebab, Yus membawa satu senjata api yang digunakan saat beraksi di rumah Dodi Triono.

”Oleh karena itu, saya sudah meminta ke semua pengejar (petugas, Red) untuk lebih berhati-hati, dan segera mengamankan Yus,” imbuhnya.

Kemudian berkaitan dengan masalah pengungkapan motif, Iriawan menyatakan masih belum mengetahui secara detail. Yang pasti, dia mengatakan sementara ini motif yang terkuak adalah murni pencurian ditambah pembunuhan. Namun, menurut dia, hal itu masih bakal terus berkembang.

”Sementara ini motif yang fix adalah pencurian dan pembunuhan,” tegasnya.

Perkembangan motif, kata dia, bakal didapat setelah semua pemeriksaan pelaku selesai. Berdasar pengakuan dari Erwin, Iriawan menyatakan bahwa para pelaku murni ingin mencuri dan membunuh. Tapi, lanjutnya, yang masih jadi pertanyaan bagi kepolisian adalah mengapa rumah Dodi.

”Penyidik sudah tanya secara detail ke Erwin, pemilihan rumah Dodi karena ada kesempatan saja. Pintu rumah terbuka, dan bangunan rumah yang terlihat mewah. Akhirnya, pelaku masuk,” imbuh Iriawan.

Sementara itu, saat ditanya mengenai hasil otopsi, Iriawan mengklaim hasil telah keluar. Dia menuturkan, berdasar otopsi terlihat lima korban yang meninggal sekitar pukul 06.00 – 08.00 pada Selasa lalu (27/12). Tidak ada kekerasan seksual.

”Kalau leher Pak Dodi mengeluarkan darah, karena pembuluh darahnya pecah kekurangan oksigen. Kalau informasi dari korban selamat, para korban sempat rebutan minum air kran kloset. Saking hausnya,” jelasnya.

Iriawan terus memberi atensi terhadap keluarga Dodi. Termasuk kepada mantan istri Dodi yang kedua, Dewi. Dia menuturkan, pihaknya meminta kepada Dewi untuk sementara waktu tidak meninggali rumah yang berada di Pulomas Residence.

”Saya sudah komunikasi Bu Dewi ya. Saya minta jangan ditinggali dululah kalau bisa,” ucapnya. Selain itu, dia juga meminta kepada Dewi untuk bersabar terkait proses penyidikan dalam kasus ini.

”Sabar dulu. Kami bakal berusaha untuk terus memeriksa Erwin dan mengejar Yus,” imbuh dia.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, kepolisian belum mengetahui kapan bisa menggali infomasi lebih mendalam kepada Erwin. Dia mengaku belum mendapat izin dari dokter yang merawat.

”Nunggu sehat dulu. Tapi, kalau keterangan tipis-tipis sudah. Misalnya, motif dan keberadaan Yus,” tutur Argo.

Mantan Kabidhumas Polda Jawa Timur itu menambahkan, selain pemeriksaan terhadap Erwin, kepolisian juga sedang memeriksa Ucok, pemilik rumah yang sempat dijadikan para pelaku bersembunyi. Ucok diperiksa di Unit Jatanras Mapolda sejak Rabu (28/12) lalu pukul 19.00.

”Status sementara si Ucok masih saksi. Tapi, bisa berubah sebagai tersangka kalau memang terbukti ada delik pidana. Yang kelihatan sementara ini adalah mengapa Ucok menyembunyikan pelaku itu masuk di pasal 221 KUHP,” ujar pria kelahiran Yogyakarta itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, telah terjadi perampokan dan pembunuhan di kediaman milik Dodi Triono di Perumahan Pulomas Residence Nomor 7A di Jalan Pulomas Utara, Jakarta Timur, pada Selasa (27/12). Selang satu hari, pada Rabu (28/12), kepolisian berhasil membekuk tiga tersangka di Bekasi. Di antaranya yakni, Ramlan Butar Butar, Erwin Situmorang, dan Sinaga. (sam/jpgrup)

Respon Anda?

komentar