Basarnas Tanjungpinang mengantarkan mayat bertato tanpa indetitas ke RSUP Kepri, Batu 8, Tanjungpinang, kemarin. Foto: Humas Polsek Gunung Kijang.

batampos.co.id – Warga Desa Malang Rapat menemukan mayat tanpa busana dalam kondisi terapung di Perairan Depan Pantai Pulau Pucung, Jalan Wisata Bahari, Batu 47, Kecamatan Gunung Kijang, Sabtu (31/12/2016) sekitar pukul 05.30 WIB. Mayat tersebut mempunyai ciri tato di tubuhnya.

“Warga sedang melakukan pencarian jasad nelayan Tanjungpinang yang tenggelam. Tapi yang kami temukan malah mayat orang lain dalam kondisi terapung,” ujar Kades Malang Rapat, Yusran Munir ketika dikonfirmasi, Minggu (1/1/2017).

Dikatakannya, semenjak kabar hilangnya Yulizar, 45, nelayan asal Kampung Bulang, Jalan Sultan Sulaiman, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, warganya bersama tim gabungan dari Basarnas Tanjungpinang, Babinsa Bintan, TNI AL dan Polsek Gunung Kijang melakukan pencarian dengan menyisir perairan dari Kecamatan Teluk Sebong, Gunung Kijang hingga Bintan Pesisir. Yulizar tenggelam digulung ombak ketika sedang menarik pompong di Perairan Depan Pulau Pucung 29 Desember 2016.

Ketika hari ketiga pencarian hendak dilakukan, kata dia, warganya malah menemukan mayat yang hanya mengenakan celana dalam dan bertato dalam kondisi terapung. Perkiraan mereka mayat yang ditemukan itu jasad nelayan tenggelam sehingga dilaporkan kepada keluarga korban. Namun ketika dilakukan pengecekan, ternyata mayat itu bukanlah jasad nelayan tersebut melainkan orang lain yang tak dikenal. Sehingga mayat itupun dibawa ke Kamar Mayat RSUP Kepri, Batu 8, Kota Tanjungpinang.

“Kata keluarga korban, Yulizar tidak memiliki tato jadi mayat yang dijumpai itu bukanlah jasad nelayan. Kemungkinan mayat bertato itu korban pembunuhan. Jadi kami umumkan saja melalui RRI agar masyarakat yang merasa kehilangan sanak keluarga bisa datangi RSUP Kepri,” bebernya.

Hal senada diakui oleh istri korban, Mauliza, 40. Bahwa mayat yang baru ditemukan itu bukanlah jasad suaminya melainkan orang lain. Sebab suaminya tidak memiliki tato dan tubuhnya lebih tinggi dibandingkan mayat yang dijumpai tersebut.

“Suami saya tak pernah memiliki tato. Kemudian tingginya capai 178 centimeter. Sedangkan mayat yang dijumpai tak seperti ciri-ciri suami saya,” akunya.

Sementara Kapolsek Gunung Kijang, AKP Hendriyal membenarkan bahwa mayat yang belum diketahui indetitasnya itu bukanlah jasadnya nelayan yang dikabarkan tenggelam dan hilang. Sebab ciri-ciri fisiknya sangat berbeda jauh dengan nelayan asal Tanjungpinang itu.

“Karena tak ditemukan indetitas serta belum diketahui asal usulnya, mayat yang baru dijumpai itu kita titipkan di Kamar Mayat RSUP Kepri,” katanya.

Ciri-ciri mayat yang baru dijumpai itu, kata dia, berjenis kelamin pria serta memiliki tato di sebelah bahu lengan kanan dan di bawah pusat. Kemudian tinggi badannya sekitar 165 Cm dan diperkirakan berusia 42 tahun. Ketika dijumpai mayat tersebut tanpa mengenakan busana atau hanya menggunakan celana dalam warna biru donker saja.

“Diperkirakan mayat ini sudah terapung selama 3-4 hari. Sebab kondisi seluruh tubuhnya sudah rusak dan baunya sangat busuk,” ungkapnya. (ary)

Respon Anda?

komentar