Senior Vice President of R&D and Engineering Faraday Future Nick Sampson, saat memperkenalkan mobil listrik generasi terbaru FF91 di Las Vegas, AS, Rabu (4/1/2017) WIB. Foto: Steve Marcus/reuters

batampos.co.id – Sejumlah putra-putri Indonesia beberapa tahun lalu gencar membuat mobil listrik dengan berbagai tipe. Bahkan, hasilnya pernah digunakan dalam KTT ASEAN.

Beberapa nama mobil listrik itu pernah menghiasi pemberitaan media cetak dan elektronik. Ada Tuxuci, Selo, Gendis, dan beragam nama lokal lainnya yang diciptakan anak-anak negeri.

Namun kini nasib mobil listrik Indonesia tinggal kenangan. Jangankan mendapat dukungan, yang ada para pencetus dan pembuatnya ”dikriminalisasi” bahkan dijebloskan ke penjara. Mobil karya mereka dinyatakan tak lolos uji emisi padahal mobil listrik memang tak menghasilkan emisi gas buang.

Nah, disaat mobil listrik Indonesia berakhir dengan kisah sedih, berbeda dengan beberapa negara yang juga kini ramai-marai memproduksi mobil listrik yang sangat ramah lingkungan karena tak memiliki emisi gas buang.

Bahkan, generasi terbaru mobil listrik telah muncul dan diperkenalkan di depan publik. Adalah Faraday Future yang akhirnya merilis mobil listrik FF91 dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2017 di Las Vegas, AS, Rabu (4/1/2017) WIB. FF91 memang telah dinanti lebih dari setahun.

Faraday Future mengklaim FF91 sebagai mobil listrik ’’spesies’’ baru. Baik secara fitur maupun performa. FF91 diyakini sebagai yang terbaik. Bahkan, FF91 disebut-sebut sebagai pesaing berat Tesla yang selama ini menjadi penguasa teknologi mobil listrik.

Melalui live demo, Faraday Future memamerkan kecanggihan FF91. Di antaranya, menempuh jarak maksimal 775 km untuk sekali pengisian daya. Baterai yang diusung FF91 tak hanya unggul di sisi durability. Uji coba juga membuktikan bahwa baterai tersebut mampu menghantarkan tenaga maksimal hingga 1.050 tenaga kuda.

FF91 juga memenuhi impian semua orang atas mobil. Yakni, cepat. Percaya atau tidak, FF91 berhasil mencapai kecepatan 97 km/jam hanya dalam waktu 2,39 detik! Catatan itu membuat mobil listrik tersebut setara dengan supercar Ferrari.

Faraday Future membekali FF91 dengan puluhan sensor. Termasuk kamera di segala penjuru mobil, radar, perintah suara, hingga sensor pengenal wajah.

FF91 mampu mempelajari preferensi-preferensi penggunanya melalui teknologi artificial intelligence. Bahkan, tak ditemui handle di pintu mobil karena pintu akan otomatis membuka saat pengendara berada di dekat kendaraan.

FF91, mobil listrik generasi terbaru besutan Faraday Future diperkenalkan di Las Vegas, AS, Rabu (4/1/2017) WIB. Foto: Steve Marcus/reuters

FF91 juga dibekali dua antena aerodinamis yang berfungsi sebagai koneksi wifi. Pemilik bisa mengakses pesan, audio, hingga aplikasi melalui perintah suara.

Faraday masih enggan menyebutkan harga mobil tersebut. ’’FF91 akan membawa kemewahan sebuah ultra-luxury car dengan harga setara sedan premium sekelas BMW seri 7,’’ ujar Senior Vice President of R&D and Engineering Faraday Future Nick Sampson kepada USA Today.

FF91 memasuki produksi masal mulai 2018. Saat ini Faraday Future membuka reservasi bagi pembeli yang berminat dengan membayar deposit USD 5 ribu atau setara Rp 70 juta. Para pengamat memprediksi harga FF91 berkisar USD 180 ribu atau sekitar Rp 2,4 miliar. (USAToday/Reuters/agf/c5/ca)

Advertisement
loading...