Pesan Kadis Disperindag Kota Batam untuk Ibu-ibu, Harga Cabai akan Turun

1009
Pesona Indonesia
Pedagang cabai merah di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji Riyanti menunjukkan cabai merah dagangannya yang dijual per kilogram 80 ribu, Senin (7/11). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Zarefriadi menjamin tingginya harga cabai dipasaran tak akan berlangsung lama. Sebab, harga cabai naik biasa terjadi menjelang hari besar dan pergantian tahun.

“Ini tak akan lama, sebentar lagi harganya juga turun,” kata mantan Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan Kota Batam ini di kantor Walikota Batam, kemarin siang.

Dikatakannya, Pemko Batam juga tak bisa mengendalikan harga cabai dan sayuran lainnya di pasaran. Hal itu karena harga yang memang sudah tinggi dari daerah penghasil. Apalagi pemerintah daerah dilarang mengexpor cabai dan sayuran dari luar negeri.

“Mahalnya memang dari sana (daerah penghasil) karena gagal produksi. Kita juga dilarang mengexpor, jadi tak bisa berbuat banyak,” terang Zaref.

Meski begitu, pihaknya tetap menyidak sejumlah pasar. Dan rata-rata penjual mengatakan harga memang tinggi dari daerah penghasil.

“Mereka ngambil sudah tinggi, tak mungkin mereka mau merugi,” ujarnya.

Menurut dia, tingginya harga cabai di pasaran saat ini menjadi fokus pembahasan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam. Untuk mengantisipasi itu terluang kembali, pihaknya meminta masyarakat bisa memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sejumlah kebutuhan pokok. Apalagi Batam bukan sebagai kota pertanian, tentu hanya berharap pada kiriman pasokan dari luar. Untuk itu apa yang menjadi konsepsi Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita untuk memanfaatkan pekarangan rumah.

“Kita juga bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengupayakan itu. Masyarakat bisa menanam cabai di depan rumah atau di pot,” harap Zaref. (she)

Respon Anda?

komentar