Anggota Inafis Polresta Barelang bersama anggota Polsek Nongsa mengevakuasi mayat yang ditemukan dibibir pantai Mata Ikan Nongsa, Jumat (13/1). Mayat tanpa identitas tersebut ditemukan warga dengan kondisi sudah tidak utuh. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kapolsek Nongsa Kompol Muhammad Chaidir mengatakan, pihaknya menemukan dua sosok mayat terapung di Selat Singapura dan Teluk Mata Ikan. Dari penempuan itu tidak satupun dari mereka yang memiliki identitas atau kartu pengenal.

Dia menyebutkan, dalam penemuan mayat yang pertama terjadi pada hari Jumat (13/1) pukul 07.00 WIB. Mayat yang berjenis kelamin laki-laki itu pertama sekali ditemukan oleh warga Teluk Mata Ikan, Kelurahan Sambau. Tepatnya di bibir pantai Teluk Mata Ikan.

Pada saat itu mayat sudah dalam kondisi tidak utuh. Bagian kepala mayat, tidak ditemukan di lokasi kejadian.

“Ciri-ciri mayat yang ditemukan, dia memakai celana jeans berwarna biru dan memakai ikat pinggang warna hitam,” ujar Kompol Muhammad Chaidir..

Penemuan kedua, di Selat Singapura, pada hari Selasa (17/1) sekitar pukul 16.55 WIB. Mayat itu ditemukan oleh Tim WFQR 4 Lanal Batam. Sedangkan kondisi mayatnya sudah tidak utuh, karena tubuh manusia berkelamin wanita itu tidak disertai kepala dan kaki.

Muhammad Chaidir menceritakan, paada penemuan mayat berjenis kelamin wanita itu berawal dari ruang kendali WFQR 4 mendapatkan informasi dari IFC Singapura, bahwa MT Genner 8 melihat mayat terapung di Selat Singapura.

Lantas Tim WFQR melakukan pencarian dan melihat adanya benda putih yang terapung di laut pada posisi koordinat 01′ 14.33 N, 104, 07,86 E, sekitar pukul 16.50 WIB.

“Setelah melakukan evakuasi terhadap mayat itu, kemudian diserahkan kepada kita karena posisi masih di bawah pemantauan Polsek Nongsa,” tuturnya.

Terakhir, sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas juga ditemukan di perairan Teluk Mata Ikan Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa pada hari Rabu (18/1) sekitar pukul 10.15 WIB.

Penemuan mayat ini ditemukan pertama sekali oleh nelayan yang sedang memancing di tepi laut Teluk Mata Ikan, Nongsa. Mayat tersebut dalam keadaan terapung sejauh kurang lebih 300 meter dari bibir pantai.

Lalu nelayan yang diketahui bernama Zali itu memberi informasi kepada Teguh. Teguh pun meminta bantuan warga untuk mengevakuasi mayat itu ke bibir pantai.

Adapun ciri-ciri mayat yang ditemukan itu menggunakan baju life jaket berwarna orange dan memakai celana pendek warna hijau. Kondisi mayat saat ditemukan juga sudah dalam keadaan membengkak.

“Kami menghimbau kepada seluruh warga Batam atau sekitarnya, apabila ada anggota keluarga atau warganya yang kehilangan, diharapkan segera mendatangi Polsek Nongsa atau Rumah Sakit Bhayangkara,” imbuhnya. (cr1/iil/JPG)

Respon Anda?

komentar