Evelyn Jual Diri untuk Biaya Sekolah

1340

batampos.co.id – Di sebuah kafe di kawasan utara Kota Solo menyeruak aroma parfum lembut dari tubuh seorang perempuan muda.

Cewek itu berambut pirang sebahu dengan tubuh semampai. Kulitnya putih bersih. Kemeja warna hitam yang dipadu dengan celan jins membuatnya terlihat semakin ayu.

Sebut saja namanya Evelyn. Usianya masih 17 tahun. Di Solo, dia tinggal bersama saudara tirinya.

Sedangkan orang tuanya berada di luar Pulau Jawa. Sejak usia tiga tahun, Evelyn tidak pernah bertemu ayah ibunya. Ia dibesarkan oleh saudara tiri. Soal sebabnya, dia enggan bercerita.

Sebelum tinggal di Solo sejak setahun lalu, Evelyn beberapa kali pindah dari satu kota ke kota lainnya mengikuti saudara tirinya. Di Solo, dia menempuh pendidikan di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK).

Di sekolah itu, kebutuhan biaya praktik tidak sedikit. Sekali dua kali Evelyn memang meminta bantuan kepada saudara tirinya.

Namun, karena terlalu sering meminta, respons pun berubah. Si saudara tiri seperti keberatan.

Kondisi itu mendorong Evelyn tak mau merepotkan saudara tirinya lagi. Nah, dari sinilah, kehidupannya berubah drastis. Untuk memenuhi biaya sekolah, dia terjerumus ke jalan yang salah: menjual diri.

Cara itu dianggapnya mudah dan cepat mendapatkan uang. Apalagi, secara fisik, Evelyn cukup sempurna. Dengan bekal itu, dia mematok tarif kencan relatif mahal. Yakni di kisaran Rp 800 ribu hingga Rp 1,5 juta. Pelanggannya bos-bos di wilayah kota Solo.

Tak satu pun pihak keluarga yang mengetahui bahwa Evelyn sudah berbeda. Dia menyimpan rahasianya dengan cara selektif dalam memilih pelanggan dan tidak menggunakan perantara ketika bertransaksi.

“Saya nggak open tiap hari. Biasanya yang pakai om-om. Sering ditambahi (biaya kencan, red). Mereka tahu ini buat tambah celengan masuk kuliah,” tuturnya.

Tabungan masuk kuliah? Ya, tahun ini Evelyn bercita-cita bisa melanjutkan pendidikan ke sekolah tinggi pelayaran tanpa lagi-lagi merepotkan saudara tiri.

“Biaya masuk Rp 27 juta. Tabungan saya belum ada Rp 10 juta,” kata dia.

Menurut dia, perempuan tanpa pendidikan yang tinggi akan selalu diremehkan.

“Kalau cewek nggak pintar, mau jadi apa? Pelayaran, duitnya banyak. Saya bisa bantu-bantu saudara saya. Hidup saya pun pasti berubah,” ungkapnya.

Untuk menambah modal kuliah, Evelyn juga menekuni bisnis online shop sejak satu tahun terakhir.

“Apa saja dilakuin asal bisa sekolah. Orang yang nggak bisa sekolah aja pengin sekolah. Masak ini bisa sekolah disia-siakan,” tutur dia.

Lantas kapan mau berhenti menjadi wanita penghibur? Evelyn menjawab singkat.

“Kamu mau biayain sekolahku?” kelakarnya.

Karenanya dia pengin bisa sukses lewat pendidikan. “Baru saya berhenti,” imbuhnya.(ves/wa/jpg/Jawa Pos Radar Solo)

Respon Anda?

komentar