Tiga Miliar Rupiah Uang Baru Beredar di Karimun

621

batampos.co.id – PT Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Cabang Tanjungbalai Karimun, mulai mendistribusikan uang pecahan baru mulai Rp500 hingga Rp50 ribu ke tujuh bank umum di Karimun. Uang pecahan baru sebanyak Rp3 miliar untuk tahap awal di tahun 2017 sejak launching 19 Desember 2016 lalu oleh Bank Indonesia (BI).

“Benar kita sudah mendistribusikan uang baru mulai dari koin dengan nilai Rp500 hingga Rp50 ribu. Namun, uang pecahan baru tersebut terbatas. Jadi saya harapkan masyarakat untuk bersabar menukar uang pecahan baru,” kata Kepala BNI 46 Cabang Tanjungbalai Karimun Joko Teguh Sembodo, Senin (23/1).

Lanjutnya, ke tujuh bank umum tersebut diantaranya Bank BCA, BSM, Bank Riau Kepri, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank Panin. Dengan demikian, masyarakat bisa menukarkan uang lama dengan uang baru edisi 2016 dengan berbagai bentuk pecahan rupiah.

Adapun bentuk uang pecahan baru tersebut diantaranya, Rp50 ribu bergambar Djuanda Kartawidjaja, Rp 20 ribu bergambar Sam Ratulangi, Rp10 ribu bergambar Frans Kaisepo, Rp5 ribu bergambar KH Idham Chalid, Rp2000 bergambar Mohammad Hoesni Thamrin, Rp1000 bergambar Tjut Meutia. Sedangkan, uang pecahan logam Rp1000 bergambar I Gusti Ketut Pudja dan Rp500 bergambar TB Simatupang.

“Walaupun uang pecahan baru sudah beredar, tapi uang lama tetap berlaku hingga saat ini. Jadi jangan khawatir masyarakat, masih sah uang lama sebagai transaksi,” tuturnya.

Sementara Kepala PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Tanjungbalai Karimun Dwipriyo Yogoadi mengatakan, pihaknya sementara ini mendapatkan jatah uang pecahan baru sebanyak Rp125 juta, dengan pecahan mulai Rp50 ribu, Rp10 ribu, Rp1000. Sedangkan, masyarakat yang melakukan penukaran uang baru rata-rata mencari pecahan Rp100 ribu, Rp20 ribu dan Rp5 ribu.

“Yang diminati masyarakat untuk menukarkan uang dengan pecahan Rp100 ribu, Rp20 ribu dan Rp5000. Namun, dikarenakan Rp100 ribu belum datang di ganti dengan yang lain dan terbatas untuk penukarannya,” ungkapnya.

Pantauan di beberapa bank, banyak warga yang antre untuk menukarkan uang pecahan baru dengan berbagai nilai nominal. “Penasaran saja bang, bagaimana bentuk uang baru ini pun dapat hanya sedikit. Katanya terbatas,” singkat Rani, salah seorang karyawan swasta. (tri)

Respon Anda?

komentar