ilustrasi

Donwori, 40, meraih cita menjadi seorang Doktor. Ia sibuk bolak balik Surabaya-Yogjakarta. Ia “lupa” Istrinya, Sephia, 36, kurang kasih sayang.

Berdalih curhat kesepian, Sephia akhirnya benar-benar kecantol dengan sahabat suaminya sebut Donjuan.

Mulanya, suami memang hanya ingin sang sahabat menjaga dirinya di sekolah.

”Kebetulan sabahat saya sering ke rumah. Jadi saya minta dia jaga istri saya. Lha kok dijaga sampai atas kasur,” kata Donwori di sela-sela talak cerainya di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya, pekan lalu.

Bersama pengacaranya, Abdul Kadir, Donwori memang mempercayakan seluruh sidang talak cerainya ke dia.

Ia tak ingin proses desertasinya terganggu karenanya.

”Cukup satu kali sidang kan tidak apa,” kata dosen salah satu perguruan tinggi swasta itu.

Sebenarnya, sudah dua tahun ini Donwori curiga dengan sikap istrinya.

Sang istri jarang berkomunikasi dengannya saat ia di Yogjakarta.

Alasannya, selalu ada saja. Mulai sibuk mengurus rumah sampai anak. Padahal, ada asisten rumah tangga yang membantu membersihkan rumah dan merawat anak.

Meski demikian, Donwori berusaha untuk berpikir positif. Yang paling ia utamakan adalah menyelesaikan studi kuliahnya karena merupakan beasiswa dari Kemenristek Dikti.

”Saya pulang saat liburan saja. Kalau tidak libur ya tidak pulang ke Surabaya,” kata warga Medokan Ayu tersebut.

Donwori menceritakan, terbongkarnya perselingkuhan sang istri ketika ia langsung mendapati sang istri berduaan dengan sahabatnya di rumah.

Ia melihat istrinya hanya pakai daster tanpa bra.

”Saya rasa enggak sopan, ada tamu kok pakaiannya terawang. Tanpa penjelasan saya akhirnya memutuskan menceraikannya,” kata bapak dua anak itu.

Untuk bukti talak cerai, Donwori melampirkan beberapa screenshoot WhatsApp yang sudah dicurinya dari handphone istrinya.

”Kalau pun itu fitnah saya sudah jijik kok sama istri saya,” pungkasnya.

(Umi Hany Akasah – Radar Surabaya)

Respon Anda?

komentar