Inilah Gaya Warga Sambau Bantu Pemko Batam Kelola Sampah

1129
ilustrasi

batampos.co.id – Kelurahan Sambau memiliki sebuah lembaga pengelolaan sampah. Lembaga ini dinamai Kelompok Penggiat Sampah. Ini kelompok yang bertugas mengangkut sampah dari rumah warga ke bin container.

“Kami menyadari pengelolaan sampah tak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Butuh peran serta masyarakat agar pengelolaannya bisa optimal,” kata Ketua Kelompok Penggiat Sampah, Raja Alip, di Kelurahan Sambau, Kamis (26/1).

Kelompok ini berdiri sejak akhir Juli 2016. Wilayah kerjanya meliputi 16 RT di empat RW di Kelurahan Sambau. Total ada 1.000 rumah tangga yang dilayani Kelompok Penggiat Sampah ini.

Raja Alip mengatakan, dalam waktu setengah tahun ini, kesadaran masyarakat Kavling Nongsa terhadap kebersihan sudah lebih baik dari sebelumnya. Sebelumnya, mereka sembarangan membuang sampah. Ada yang membakar sampahnya. Ada juga yang sekedar membuang sampahnya di tepi jalan.

“Hal ini sangat disayangkan karena Nongsa itu kawasan pariwisata. Sampah yang berserakan di tepi jalan tentu akan merusak keindahan,” ujarnya.

Raja kerap menyosialisasikan kepada seluruh ketua RT supaya mengimbau warganya membuang sampah pada tempatnya. Warga cukup meletakkan sampah itu di depan rumahnya. Kelompok Penggiat Sampah, kemudian, akan mengangkut sampah-sampah tersebut.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Raja dan timnya juga mengupayakan tong sampah utnuk setiap rumah. Mereka menyebar proposal bantuan ke perusahaan ataupun resort di kawasan Nongsa. Saat ini, sudah terkumpul 80 tong sampah bantuan dari empat perusahaan. Yakni, Adhya Tirta Batam (ATB), Montigo Resort, Batam View, dan Tering Bay Resort.

“Delapan puluh tong sampah yang ada sekarang akan dibagi rata di 16 RT. Tujuannya untuk memberi semangat, stimulan kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya lagi.

Tong sampah itu menjadi bagian dari tanggung-jawab sosial perusahaan di bidang lingkungan. Tong sampah itu dibagi ke warga beserta ongkos transportasi Rp 30 ribu per rumah tangga. Uang yang terkumpul akan digunakan sebagai tambahan biaya operasional Kelompok Penggiat Sampah. Serta, persiapan pembentukan unit bank sampah (UBS).

“Harapannya, ke depan, perusahaan-perusahaan lain yang belum beri bantuan bisa bantu di tahun 2017 ini. Seperti misalnya, Citra Group, Palm Spring, Ecogreen, dan perusahaan lainnya,” tuturnya.

Perwakilan Humas ATB, Daniel, menyampaikan apresiasi perusahaan terhadap kegiatan yang dilakukan masyarakat Kavling Sambau secara swadaya. Mereka sangat mendukung kegiatan kepedulian terhadap lingkungan itu.

“Mudah-mudahan ini berguna bagi masyarakat. Agar lingkungan bisa dikelola lebih baik lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Sambau, Anwar juga bangga terhadap aksi kepeduliaan kelompok penggiat sampah ini. Kelompok seperti ini sangat dibutuhkan untuk membantu kerja pemerintah. Terlebih, mulai tahun ini, pengelolaan sampah, khususnya pengangkutan dari rumah warga diserahkan ke kecamatan.

“Kami berharap RW lain di Sambau ini bisa membentuk lembaga yang sama. Sosialisasi akan terus kami lakukan supaya wilayah Sambau bersih dari sampah,” kata Anwar. (ceu)

Respon Anda?

komentar