batampos.co.id – Setelah empat hari menghilang, Tikia alias Suhendro 82, warga Kampung Tekis Rt 003 Rw 003 Desa Tembeling Kecamatan Teluk Bintan ditemukan tewas di sekitar hutan bakau Kampung Cikolek, Toapaya, Bintan, Kamis (2/2) pukul 18.15 WIB.

Pria parubaya ini ditemukan oleh anak korban, Sehong, 39, dengan posisi terlentang sambil kedua tangan memeluk dada.

“Informasi penemuan ini kami dapat dari anaknya yang melihat langsung mayat ayahnya saat pencarian bersama temannya tak jauh dari sungai Buyung,” terang Kapolsek Teluk Bintan Iptu Ngatno, Jumat (3/2).

Selain itu, sambungnya kondisi mayat saat ditemukan sudah tidak mengenakan baju dan tubuhnya sudah dikerubuti banyak semut.

“Diperkirakan jenazah kakek ini sudah meninggal dunia dalam waktu 24 jam sampai 48 jam saat mayat ditemukan. Karena ditemukan lebam yang diakibatkan perembesan darah yang merupakan proses pembusukan,” terangnya.

Ngatno menyebutkan mayat tersebut sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri di Tanjungpinang, untuk mendapatkan pemeriksaan awal.

“Hasil pemeriksaan awal dari tim dokter RSUP tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah. Hanya terdapat luka goresan pada kedua kaki yang diduga diakibatkan oleh ranting bakau dan pandan hutan,” terangnya.

Dia menambahkan setelah pemeriksaan awal dilakukan, jenazah kakek yang memiliki tiga istri dengan 20 anak ini langsung dibawa ke rumah duka untuk segera disemayamkan.

Sebelumnya diberitakan kakek ini hilang sejak Senin (30/2) lalu. Sebelum hilang korban terakhir berpamitan ke anaknya, Seleng untuk pergi ke sungai melihat perangkap ikan miliknya. Namun hingga, Kamis (2/2) Tikia tak kunjung ditemukan.

Bahkan pihak keluarga bersama kerabat lainnya terus melakukan pencarian dengan menyisir sungai Buyung dan sungai Lulai tempat biasa Tiekia mendayung perahunya.(cr20)

Respon Anda?

komentar