Suku Hokkian Rayakan Imlek Kesembilan

814
Warga Tinghoa suku Hokkian yang ada di Meral Kota merayakan Imlek malam kesembilan dengan meriah. Foto : Batampos.

batampos.co.id – Bagi warga Tionghoa yang berasal dari suku Hokkian, yang mayoritas bermukim di Meral Kota, Tanjungbalai Karimun merayakan Imlek malam kesembilan merupakan hari yang khusus. Sebab, selain mengadaklan ritual sembahyang juga menyambutnya dengan kegembiraan memainkan petasan dan kembang api.

Tokoh Masyarakat Suku Hokkian Meral, Ahong menjelaskan, malam Imlek kesembilan bagi suku Hokkian sama halnya bagi masyarakat Tionghoa yang bukan dari suku Hokkian merayakan Imlek pada malam pertama. “Bagi kita, malam kesembilan pada bulan Imlek dianggap penting. Sebab, kita harus melaksanakan ritual sembahyang. Dan, dalam melaksanakan ritual tersebut harus membawa perlengkapan seperti biasa dan ditambah dengan tebu,” ujar Ahong kepada Batam Pos, Ahad (5/2).

Tebu yang diikutsertakan dalam ritual tersebut, kata Ahong, merupakan bagian yang terpenting. Sebab, ada sejarahnya. Dan, berdasarkan cerita dari leluhur suku Hokkian yang sudah turun temurun bahwa ribuan tahun lalu telah terjadi suatu peristiwa peperangan yang mengharuskan suku Hokkian ini bersembunyi dari kejaran musuh. Salah satunya, bersembunyi di dalam perkebunan tebu sampai akhirnya selamat dari kejaran.

Ketika keluar dari perkebunan tebu yang menjadi tempat persembunyian masyarakat suku Hokkian, situasi dan kondisi sudah aman dan hari itu diketahui bulan Imlek yang kesembilan. “Makanya, untuk tidak melupakan sejarah dan peristiwa tersebut, sampai saat ini setiap malam Imlek kesembilan diadakan ritual. Selain itu, Imlek hari kesembilan ini juga termasuk perayaan bagi orang nelayan. Sebab, dulunya suku Hokkian mayoritas bekerja sebagai nelayan,” paparnya.

Salah seorang pemuda Meral yang juga berasal dari suku Hokkian, Dedy, secara terpisah menyebutkan setiap tahun di Meral Kota memang menjadi pusat untuk merayakan Imlek malam kesembilan bagi suku Hokkian yang ada di Tanjungbalai. ”Ini sudah tradisi kita selama bertahun-tahun. Bahkan, meski ada orang Tionghoa suku Hokkian Karimun, tapi tinggal di Meral, tetap akan datang ke Meral untuk menyaksikan perayaan Imlek malam kesembilan ini,” jelasnya. (san)

Respon Anda?

komentar