Teknologi diesel common rail injection pada Chevrolet Captiva membuat getaran mesin halus dan knalpot tidak lagi ngebul. (Raka Denny/Jawa Pos)

batampos.co.id – Mobil mesin diesel identik sebagai kendaraan niaga. Itu dulu……..

Realitasnya, mesin diesel masa kini sudah banyak berbenah. Inovasi teknologi berhasil menutup satu per satu kelemahan tersebut. Misalnya, teknologi common rail injection yang membuat pembakaran di ruang mesin lebih halus. Dampaknya, getaran lebih halus dan asap knalpot tidak lagi ngebul.

Bila dibandingkan dengan mesin bensin, diesel sebenarnya memiliki berbagai keunggulan yang sulit ditandingi. Jika rajin dirawat dan disiplin menggunakan bahan bakar solar berkualitas, mesin diesel mampu menghasilkan torsi yang tangguh dan efisiensi bahan bakar tinggi. Sebab, mesin diesel mempunyai rasio kompresi yang tinggi hingga mencapai 25 banding 1.

Artinya, hampir dua kali lipat kompresi mesin bensin. Pengapian yang lebih tinggi itu menghasilkan efek penghematan bahan bakar.

Kompresi tinggi juga membuat mesin diesel bebas gejala knocking (mesin ngelitik) dan memungkinkan diesel meraih torsi maksimum pada putaran mesin (rpm) yang lebih rendah jika dibandingkan dengan mesin bensin. Kalau mesin bensin mencapai torsi maksimal di kisaran 6.000 rpm, torsi maksimal mesin diesel sudah tercapai di angka 2.000 rpm.

Tenaga maksimal di putaran mesin rendah tersebut mendukung akselerasi yang lebih baik. Tidak heran bila mobil niaga yang membawa banyak muatan lebih banyak menggunakan diesel. Kelebihan itu juga membuat mesin diesel lebih nyaman digunakan untuk perkotaan yang membutuhkan stop and go tinggi karena tingkat kemacetan.

Dengan segala keunggulan mesin diesel tersebut, tidak heran pabrikan otomotif menghadirkan mobil bermesin diesel untuk kendaraan penumpang.

Misalnya, Toyota Innova dan Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, Isuzu D-Max, Chevrolet Captiva, Kia Sorento, Hyundai Santa Fe, serta Suzuki New Ertiga.

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto menyatakan, penjualan mobil penumpang bermesin diesel terus meningkat.

”Pada 2014, penjualan Fortuner 4×2 diesel mendominasi 90 persen bila dibandingkan dengan varian bensin. Penjualan Innova diesel juga meningkat sekitar 70 persen dari 2015 ke 2016,” katanya.

Toyota pun menghadirkan teknologi common rail pada mesin D-4D di Kijang Innova dan Fortuner. Hasilnya, performa dan efisiensi bahan bakar lebih baik. Mesin diesel seri-GD bahkan telah dilengkapi variable nozzle turbocharger (VNT) yang memperkaya torsi pada putaran mesin rendah-medium.

Suzuki bahkan mengawinkan mesin diesel dengan teknologi hybrid pada New Ertiga generasi terbaru. Mesin diesel berkode D13A itu bekerja sama dengan perangkat integrated starter generator (ISG) yang menggantikan fungsi alternator. Dipadu fitur idling stop, konsumsi bahan bakar Ertiga diklaim lebih irit.

General Motors sejak tahun lalu juga menghadirkan Chevrolet Trax bermesin diesel Ecotec 1.400 cc yang dilengkapi turbo. Mesin itu mampu memuntahkan tenaga 140 hp plus torsi 200 nm pada putaran rendah 1.850 rpm. Torsi yang melimpah di putaran bawah tersebut membuat akselerasi dan efisiensi bahan bakar Trax sangat unggul meski dipakai untuk stop and go.

Makin ramainya inovasi teknologi di segmen diesel menunjukkan varian itu berpotensi menjadi pilihan utama konsumen pada masa depan.

”Kami memang memprediksi diesel makin diminati karena memberikan performa, efisiensi bahan bakar, serta makin ramah lingkungan,” tandas Soerjo. (agf/c14/noe)

Respon Anda?

komentar