Presiden klub Persebaya Azrul Ananda menyerahkan cek pelunasan tunggakan pemain Persebaya musim 2013. (Angger Bondan/Jawa Pos)

batampos.co.id – Azrul Ananda menyerahkan cek dengan nominal sekitar Rp 7,5 miliar kepada Manajer Persebaya, Choesnoel Farid di ruang rapat lantai 4 Graha Pena Jawa Pos, Surabaya, Jumat (10/2).

Dengan penyerahan cek tersebut, PT Jawa Pos Sportainment (JPS) selaku pemegang saham terbesar PT Persebaya Indonesia berarti telah resmi menyelesaikan peninggalan manajemen terdahulu. Yakni, ketika Persebaya berlaga di Indonesian Premier League 2013.

Nominal tersebut menyelesaikan hak sekitar 40 orang. Terdiri atas hak tim pelatih, pemain, dan karyawan yang mengendap selama empat tahun terakhir.

”Kami ingin Persebaya jadi contoh manajemen yang paling profesional di Indonesia,” kata Azrul.

Dari skuad empat tahun silam, ada empat pemain dengan gaji tertunggak yang bergabung dengan Persebaya yang sekarang. Mereka adalah Rendi, Mat Halil, Dimas Galih, dan Misbakhus Solikin. Juga asisten pelatih Ahmad Rosidin.

Rendi dan Halil pun tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia. Mereka berpelukan dan bersalaman dengan Azrul sebagai wujud terima kasih.

Menurut Azrul, pelunasan utang menjadi wujud konkrit realisasi janji manajemen baru di bawah kepemimpinan PT JPS. Itulah bentuk profesionalisme yang bakal menjadi fondasi untuk membangun Persebaya di masa depan.

Senada dengan Azrul, Farid mengakui bahwa pelunasan utang bisa memberikan dampak positif kepada tim yang akan berkompetisi di Liga 2 (dulu Divisi Utama) tersebut. Pencairan pun bisa dimulai Sabtu ini (11/2) bila segala persyaratan komplet.

”Untuk pembayaran tunggakan gaji, harus disertai fotokopi kontrak dan identitas demi validnya data. Sebab, kami juga sudah menyiapkan tim verifikasi agar semuanya tepat sasaran. Jadi, tidak asal klaim,” jelas Farid.

Pemilik klub internal Al Rayyan dan FFC itu juga menuturkan bahwa semua personel tim Persebaya IPL 2013 bisa menemuinya untuk pencairan tunggakan. Tentu dengan membawa persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan tersebut.

Bukan hanya pelunasan gaji yang direalisasikan. Menurut Azrul, Persebaya saat ini murni sebuah perusahaan. Dengan begitu, asuransi kesehatan juga akan diberikan. Bukan sebatas pemain, tapi juga keluarga mereka.

”Kalau ada yang ingin melanjutkan pendidikan, kami dengan senang hati akan membantu mencari jalan keluarnya. Tapi, kalau untuk pemain senior, rasanya sudah terlambat ya,” kata Azrul, kemudian disambut gelak tawa dari semua yang hadir.

Di sisi lain, meski tidak ingin menyebut angka pasti, Rendi lega karena gajinya bisa dibayar. Yang pasti, saat bermain di IPL 2013 dia dikontrak 8,5 bulan oleh manajemen Persebaya. Namun, karena liga yang dijalaninya tiba-tiba dihentikan, manajemen di bawah kepemimpinan Cholid Ghoromah dan Saleh Ismail Mukadar juga menghentikan kontraknya.

”Jadi terhitung 5,5 bulan saja. Alhamdulillah, sekarang semua lunas dan beres,” ucapnya.

Senada dengan Rendi, Mat Halil menyambut baik langkah manajemen baru Persebaya. Di matanya, itu bukti konkret keseriusan PT JPS dalam pengelolaan tim berjuluk Green Force tersebut.

”Kalau dibilang mikir, ya mikir. Pas main, permasalahan utang itu memang sudah lupa. Tapi, saat ditanyai istri karena beras di rumah habis, ngelu maneh,” katanya, lantas tertawa.

Sementara itu, pelatih Iwan Setiawan, yang juga hadir dalam pertemuan, mengaku ikut berbahagia dengan langkah PT JPS. Menurut dia, itu bisa membuat spirit tim polesannya nanti kian berlipat.

Lebih jauh, langkah profesional PT JPS tersebut dapat menjadi daya tarik pemain lain yang baru bergabung sekarang.

”Meski saya baru bergabung di Persebaya, saya ikut bergetar dan terharu ketika mendengar bahwa permasalahan ini sudah selesai,” kata Iwan.

”Ini bisa menjadi awal yang bagus bagi kami dalam berproses menuju Liga 2,” ucapnya. (io/rid/c11/ttg)

Respon Anda?

komentar