Banyak Rusak, DPKPK Mulai Perbaiki Lampu Jalan

302
Pesona Indonesia
Petugas dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Kebersihan sedang melakukan perbaiklan lampu jalan di Jalan Poros. foto : batampos.

batampos.co.id– Puluhan tiang lampu jalan di Jalan Poros utama menuju ke pusat pemerintahan, banyak yang rusak. Akibatnya, kondisi jalan pada malam hari terlihat gelap. Misalnya sari mulai dari persimpangan masuk RSUD sampai ke ujung jalan pertigaan GOR Badang Perkasa.

Kalau saya hitung-hitung lebih dari 30 tiang”, lampunya tidak menyala sama sekali,” ujar warga Tanjungbalai, Arif kepada Batam Pos, Sabtu (11/2).

Bagi Arif yang selalu menggunakan jalan itu, baik siang atau malam berharap agar pemerintah dapat segera memperbaiki lampu-pampu jalan di jalan Poros. Karena, kalau pada malam hari jalan tersebut sepi. Sehingga, jika penerangan jalan minim, maka dapat mengundang hal-hal yang tidak diinginkan.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Kebersihan (DPKPK) Kabupaten Karimun, Rosmawati secara terpisah membenarkan bahwa di kawasan Jalan Poros memang banyak lampu jalan yang tidak menyala. ”Kita sudah beberap kali menerima lapaoran dari masyarakat tentang lampu jalan di Jalan Poros. Untuk itu, pada hari ini (Sabtu, red) kita langsung turun ke lapangan untuk melakukan perbaikan dan juga pengecekan,” paparnya.

Hanya saja perlu diketahui, kata Rosmawati, khusus lampu jalan di Jalan Poros tidak sama dengan lampu jalan yang ada di tempat lain. Sebab, kabel untuk lampu jalan di jalan tersebut ditanam di dalam tanah. Sehingga, perbaikan penerangan tidak bisa langsung dilakukan. Melainkan, dilakukan pengecekan terlebih dulu. Jika bermasalah dengan kabelnya, sudah tentu harus dilakukan penggalian kabelnya.

”Namun, kabel-kabel lampu jalan tersbet merupakan satu rangkaian. Dan, membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk membonmgkar atau merubah jaringan kabel listrik lampu jalan bawah tanah tersbeut. Sehingga, yang biasa kita saat, kalau memang lampunya yang rusak, maka dapat kita ganti langsung. Kemudian, jika yang rusak MCB atau alat pengatur otomatis, maka itu juga yang kita ganti. Karena, hasil pemeriksaan anggota di lapangan, ada yang rusak pada bagian kabel bawah tanah,” jelasnya. (san)

Respon Anda?

komentar