ilustrasi

batampos.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) merilis, selama 2016, jumlah dana yang berhasil dihimpun oleh perbankan Kepri per Desember 2016 tercatat sebesar Rp 49,91 triliun atau tumbuh 8,15 persen.

Komposisi terbesar berasal dari tabungan sebesar Rp 20,26 triliun (40,59 persen); deposito sebesar Rp16,52 triliun (33,09 persen); dan giro sebesar Rp 13,14 triliun (26,32 persen).

“Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Kepri diakselerasi terutama pada pertumbuhan deposito sebesar 12,69 persen, giro sebesar 8,66 persen dan tabungan yang tumbuh sangat rendah yaitu hanya 4,40 persen,” jelas Kepala OJK Kepri, Uzersyah seperti dilansir Batam Pos, Jumat (17/2).

Dia mengapresiasi kondisi komposisi dana pihak ketiga yang didominasi oleh tabungan tersebut, karena mencerminkan perbankan Kepri dalam melakukan penghimpunan dana.

“Dana ini berasal dari kalangan masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah atau disebut dengan dana retail,” sebutnya.

Untuk itu melalui beberapa program-program literasi dan inklusi keuangan yang telah dicanangkan oleh OJK.

“Kami terus mengajak perbankan Kepri untuk terus memperluas akses keuangan bagi masyarakat yang berada di daerah-daerah remote area, masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah dan para pelajar,” ungkapnya.

Apabila program-program inklusi keuangan tersebut dapat secara konsisten dijalankan, OJK Kepri yakin pertumbuhan tabungan yang merupakan produk berbiaya rendah akan dapat terus meningkat dan pada akhirnya juga menguntungkan bagi sektor perbankan.

“Dan di sisi lain jumlah penduduk yang mendapat akses keuangan juga dapat terus meningkat,” ucapnya. (cr18/iil/JPG)

Respon Anda?

komentar