Korut Tidak Suka dengan Cara Malaysia Urusi Kematian Warganya

1183
Kim Jong-nam (kiri) dan Kim Jong-un (AP PHOTO)

batampos.co.id – Duta Besar Korea Utara untuk Malaysia Kang Chol mengatakan bahwa pihaknya keberatan atas tindakan yang dilakukan pihak Malaysia terhadap jenazah warga negaranya bernama Kim Jong-nam yang tewas di KLIA 2 pada Senin (13/2/2017).

”Mereka melakukan otopsi pada jenazah tersebut. Padahal, kami sudah menolak karena yang bersangktan menggunakan paspor diplomatik dan merupakan WN yang berada di bawah perlindungna konsuler Korea Utara,” tutur Kang Chol kepada wartawan dalam sebuah konferensi pers yang digelar di depan Institut Perubatan Forensik Negara (IPFN) pada Jumat (17/2) malam.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Korea Utara di Kuala Lumpur menerima laporan bahwa ada warganya yang meninggal karena serangan jantung dalam perjalanan menuju Putrajaya Hospital. Pihak Malaysia juga meminta konfirmasi kedutaan terkait hal tersebut.

”Kami membenarkannya. Mereka lalu melakukan otopsi tanpa izin dan tanpa saksi dari kami,” terangnya.

Kang Chol juga menegaskan bahwa mereka akan dengan tegas menolak hasil otopsi yang dilakukan secara sepihak itu. Menurutnya, dari serangkaian proses yang telah dilalui, ini menjadi puncak dari pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaaran terhadap WN Korea Utara.

”Karena sudah mengabaikan hukum internasional dan hukum konsuler,” ucapnya lagi.

Kekesalan Korea Utara tidak berhenti sampai di situ. Setelah menyimpulkan hasil otopsi, pihak kepolisian Malaysia mengatakan bahwa mereka akan melepaskan jenazah yang tidak mereka butuhkan lagi itu jika Korea Utara memasukkan dokumen lewat Wisma Putra (Kementerian Luar Negeri) dan Wisma Putra juga yang meminta kami melakukan itu.

”Dan kami sudah lakukan itu. Tetapi, setelah sehari berlalu, pihak Malaysia tidak memberikan jawaban,” jelasnya.

Kim Chol mengatakan bahwa kemarin (18/2), dia juga sudah bertemu langsung dengan pejabat tinggi kepolisian Malaysia dan menuntut yang meminta kepolisian Malaysia melepaskan jenazah tersebut tanpa penundaan lagi. Namun, keinginan Korea Utaa itu ditolak mentah-mentah.

”Kami mengira Malaysia sedang mencoba menyembunyikan sesuatu karena masih butuh waktu lebih banyak sebelum melepaskan jenazah. Mungkin mereka menipu kami dan berkolusi dengan kekuatan musuh untuk menyerang kami,” ungkap Kim Chol.

Kim Chol juga menyebut Korea Selatan terlibat dalam memengaruhi opini publik dunia untuk memfitnah negaranya melalui insiden pembunuhan tersebut. ”Otoritas Korea Selatan putus asa dan melarikan diri dari kenyataan menyedihkan bahwa negara mereka memiliki skandal politik terbesar,” jelasnya.

Kim Chol kembali menegaskan bahwa pihaknya meminta pihak Malaysia untuk kooperatif dan segera melepaskan jenazah Kim Jong-Nam tanpa penundaan lagi. Apalagi penundaan karena ada bisikan dari musuh Korea Utara.

”Kami sama sekali tidak bisa memberi toleransi terhadap sikap Malaysia yang berkolusi dengan musuh kami. Kami akan merespons dan bergerak jika mereka berniat menodai citra negara kami dengan cara mempolitisasi kejadian ini. Kami akan memperkarakan ini ke pengadilan internasional,” katanya. (and/JPG)

Respon Anda?

komentar