Polisi yang ditemani beberapa biksu Buddha menggeledah bagian dalam kuil Dhammakaya di Provinsi Pathum Thani, Thailand, untuk mencari keberadaan Phra Dhammachayo. (Chaiwat Subprasom/Reuters)

batampos.co.id – Kamis waktu setempat (16/2), untuk kali kedua, Polisi Thailand kembali menggeledah Wat Dhammakaya untuk memburu Phra Dhammachayo.

Biksu 72 tahun itu memang tidak berada di kuil mewah yang terletak di pinggiran Kota Bangkok tersebut. Namun, polisi menemukan beberapa terowongan rahasia di sana.

”Terowongan tersebut hanya punya satu pintu masuk dan tidak mengarah ke luar area kuil,” kata Kolonel Worranan Srilum, salah seorang jubir unit investigasi khusus kepolisian.

Dia yakin Phra masih berada di kuil seluas 400 hektare tersebut.

Karena itu, polisi tetap mencari pemimpin agama yang menyebarluaskan sekte sendiri pada 1970-an tersebut di berbagai sudut kuil.

Worranan menyatakan, terowongan 1,5 kilometer itu bercabang di satu titik. Dua cabang tersebut mengarah pada dua rute berbeda. Namun, dua-duanya berada di bawah kuil.

”Sepertinya, Phra pernah menjadikan salah satu ujungnya sebagai tempat persembunyian,” katanya.

Polisi mengaku butuh waktu lama untuk menyisir seluruh area kuil. Apalagi, ada banyak biksu yang berusaha menghalang-halangi tugas mereka.

”Kami pernah tertipu karena menemukan sosok seperti biksu yang sedang berbaring. Ternyata, itu hanya tumpukan bantal yang ditutupi kain oranye,” ujar seorang polisi yang terlibat dalam pencarian Phra.

Sejak akhir tahun, pemerintah mengimbau Phra menyerahkan diri kepada polisi. Dia diduga melakukan tindak pidana pencucian uang dan menerima suap hingga USD 33 juta atau setara Rp 440,28 miliar.

Uang haram tersebut diterima dari seorang pemilik bank yang kini mendekam di penjara. Namun, hingga sekarang, Phra tidak pernah muncul. Dia juga mengabaikan surat perintah penangkapan polisi.

Bagi para pengikutnya, Phra tetaplah panutan. Karena itu, saat polisi mendatangi Wat Dhammakaya, ratusan biksu melakukan pencegatan. Mereka berusaha mencegah polisi melakukan tugasnya.

Namun, pendekatan persuasif aparat dapat dilakukan. Lalu, para biksu tersebut mendampingi polisi yang melakukan penggeledahan. Sayang, pencarian di kuil yang punya kubah mirip pesawat luar angkasa itu belum membuahkan hasil.

Setelah sekian lama beroperasi, sekte Phra akhirnya menjadi sorotan pemerintah. Sebab, laporan publik tentang ajaran yang menyimpang dari pokok ajaran Buddha tersebut kian marak. Di kuil itu, umat bisa membeli nirwana alias surga.

Caranya, mereka harus memberi sejumlah uang dan membakar dupa sebanyak-banyaknya. Selain itu, kabarnya, Dhammakaya punya hubungan istimewa dengan Thaksin Shinawatra. (AFP/Reuters/hep/c16/any/tia)

Respon Anda?

komentar