Karin Kecewa pada Orang Sekampung, Sebab…

1257
ilustrasi

batampos.co.id – Karin (nama palsu), 38, benar-benar merasa tertipu dengan semua orang sekampung ! Ya, sekampung dalam arti sebenarnya.

Sebab, seluruh warga tak pernah memberitahu bila rumahnya menjadi ajang maksiat antara suaminya, Donjuan, 40, dan selingkuhannya, Sephia, 44.

Saat proses sidang gugatan cerainya digelar di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, pekan lalu, Karin berkali-kali menuntut untuk menjual rumah hasil kerjanya bersama sang suami.

Sayangnya, Donjuan enggan menjualnya karena ia merasa 20 persen dari rumah yang dibeli itu adalah hasil pemberian almarhum ibunya.

“Tapi, saya sudah ngeri lihat rumah itu. Bayangin saja, suami kelonan tiap hari sama Sephia, ya di rumah itu,” kata Karin dengan amarah membara di sela-sela sidang gugatan cerainya.

Diakui Karin, hatinya sekarang ini sedang rapuh. Sakitnya sungguh luar biasa. Tak hanya karena dikhianati suaminya, namun, tetangga, sahabat, tukang sampah, bahkan satpam di perumahannya juga mengkhianatinya.

Menurut ibu satu anak itu, rumah di Kebraon seyogianya adalah rumah pertama baginya.

Namun, karena sang suami sering dinas ke luar kota, maka Karin seringkali memilih tinggal di rumah ibunya yang sudah tua di kawasan Pandegiling.

Apalagi, Karin hanya dua bersuadara. Kakaknya menikah dan tinggal di Semarang.

“Karena saya yang dekat dengan ibu, ya jadilah saya tinggal di sana,” ungkap Karin.

Anaknya juga sekolah di kawasan Surabaya Pusat, sehingga ia tak perlu jauh-jauh mengantarkan anaknya ketika tinggal di rumah ibunya.

Maka dari itu, ia menengok rumah Kebraon kadang dua kali dalam seminggu. Meski demikian, wanita yang juga guru itu mengaku cukup aktif berkomunikasi dengan warga sekitar.

Dia menitipkan rumahnya pada tetangga maupun satpam perumahan setempat.

“Saya malah memberi uang bulanan sendiri ke satpam. Tetangga kanan kiri, dan kadang kalau ada kue, saya kasih ke orang se-RW,” jelasnya.

Kebaikan itu seakan dibalas dengan air tuba. Karin mengetahui rumahnya itu seringkali didatangi Sephia dan Donjuan. Suaminya yang seringkali mengaku dinas di luar kota, justru tinggal di rumah Kebraon bersama selingkuhannya.

“Warga tahu semua. Saya tahunya itu dari satpam baru. Ia menuduh saya tamu dan bukan pemilik rumah, karena yang sering ke rumah itu justru wanita lainnya,” jelas Karin.

Seperti tersambar petir, Karin akhirnya menanyakan satu per satu pada tetangganya. Ternyata semuanya mengakui Donjuan dan Sephia memang sering tinggal di rumah itu.

Warga menolak untuk memberi tahunya dengan dalih kasihan dengan Karin.

“Kasihan sih kasihan. Tapi, masak membiarkan perselingkuhan di kampungnya sendiri. Sudah enggak fair itu. Makanya sama enggak mau menengok lagi rumah kebohongan itu, “ pungkasnya (*/opi/jpnn)

Respon Anda?

komentar