Pembangunan SMA 18 dan 19 Batam Tersendat sebab….

Bakal SMAN 20.
foto: eusebius / batampos

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen penuh untuk merampungkan pembangunan SMA Negeri 18 dan 19 di Kota Batam.

Lewat Tahun Anggaran (TA) 2017 ini, kedua Unit Sekolah Baru (USB) tersebut akan dikebut dengan dukungan dana APBN dan APBD Kepri.

“Persoalan, kenapa SMA 18 dan 19 belum rampung, memang tertundanya penganggaran untuk pembangunan sekolah tersebut,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Arifin Nasir menjawab pertanyaan Batam Pos, Kamis (23/2).

Disebutkannya, sebagai bentuk komitmen untuk penyelesaikan pembangunan infrastruktur pendidikan tersebut, pihaknya sedang melakukan penandatangan perjanjian untuk pembangunan SMA Negeri 18 dan 19 Batam.

Masih kata Arifin, dari APBN baik SMA 18 maupun 19 mendapatkan dukungan sebesar Rp 1,8 miliar. Sedangkan dari APBD sudah dianggarkan sebesar Rp 1,5 miliar.

“Artinya secara keseluruhan mendapatkan anggaran sebesar Rp 6,6 miliar. Mudah-mudahan pembangunan bisa terlaksana dengan baik. Sore ini (kemarin, red) kami akan melakukan penandatanganan perjanjian dengan Kemendikbud di Bandung,” papar Arifin.

Mantan Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kepri itu, menjelaskan kondisi pendidikan di Kota Batam. Diungkapkannya, ada empat sekolah di Batam yang belum memiliki bangunan. Artinya proses belajar mengajar masih menumpang di sekolah terdekat.

Adapun sekolah-sekolah tersebut adalah SMA Negeri 18, 19, 21, 22 yang berada di Pulau Pecung, Kecamatan Belakang Padang.

Menurut Arifin, pihaknya sudah mengupayakan penyelesai pembanguan keempat sekolah tersebut dibantu APBN. Akan tetapi hanya SMA 18 dan 19 yang diakomodir.

Sebenarnya kata Arifin, SMA 21 di Batu Besar bisa mendapatkan suntikan dari APBN. Tetapi karena lahan yang belum tuntas dan konsekuensinya tidak mendapatkan dukungan dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Ditegaskan Arifin, komitmen Pemprov Kepri tidak tanggung-tanggung untuk membuka akses pendidikan yang refresentatif. Terkait masalah lahan SMA Negeri 21, Disdik Kepri sudah menyurati BP Batam. Karena sudah masuk dalam Rencana Belanja (Renja) Disdik Kepri 2017.

“Sebentar lagi kami akan dihadapkan pada Penerimaan Siswa Baru (PSB). Batam masih menjadi daerah yang krodit, tentu harus segera dibenahi infrastruktur-infrastruktur yang ada,” jelas Arifin.

Ditambahkannya, pembangunan yang dilakukan tahun ini adalah upaya untuk mengatasi double shift belajar mengajar. Karena target gubernur kedepan, pendidikan Kepri semuanya normal dan tidak ada yang masuk siang ataupun masih menumpang dibangunan sekolah yang lain.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan rapat khusus dengan pengawas-pengawasan pendidikan di Kepri. Karena menyangkut mutu dan kualitas dunia pendidikan Kepri kedepan,” tutup Arifin. (jpg)

Respon Anda?

komentar