Tim WFQR Lanal TBK Gagalkan Penyelundupan TKI Ilegal

batampos.co.id – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lanal Tanjung Balai Karimun (TBK), menggagalkan upaya penyelundupan Tujuh orang TKI ilegal, di perairan Tanjung Sebatak Leho, Kabupaten Karimun, pada Rabu (22/2) lalu.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama (Laksma) TNI S Irawan, mengatakan penggagalan upaya penyelundupan TKI tersebut dilakukan pihaknya menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Untuk itu, tim WFQR melaksanakan pencarian sesuai dengan informasi yang diterima.

“Informasi itu benar adanya, tim berhasil menangkap boat pancung mesin 40 PK, tanpa dilengkapi dokumen dengan membawa tujuh orang TKI yang terdiri dari lima orang pria dan dua orang wanita diperairan timur Tanjung Balai Karimun,”ujar S Irawan, Jumat (24/2).

Dikatakan Irawan, dari hasil pemeriksaan. Ketujuh orang TKI tersebut diberangkatkan oleh agen penanggung jawab berinisial YL, 31, yang ditangkap dirumahnya di TBK.

“YL ditangkap berdasarkan hasil pengembangan dan informasi dari para TKI,”kata Irawan.

Adapun identitas TKI yang hendak diselundupkan ke Malaysia tersebut, terang Irawan, yakni Tomin, 43, Aris, 36, Tuwadi, 41, Musliyadi, 37, Lisna, 33, istri dari Musliyadi, Murni ,13, anak Musliyadi, Asmawi, 10, anak Musliyadi.

“Sedangkan tekong boat yang hendak membawa TKI tersebut yakni Agus Susanto, 42. Tujuh orang TKI, penanggungjawab dan tekong itu pun masih menjalani pemeriksaan di Mako Lanal Tanjung Balai Karimun,”terang Irawan.

Dijelaskan Irawan, dari hasil keterangan yang didapat pihaknya dari tekong. TKI tersebut rencana nya hendak dikirim dengan tujuan TBK – Sungai Cokoh Johor, Malaysia. Selain itu, saat diamankan baik Tekong dan TKI semuanya juga dilakukan cek urine untuk mengetahui apakah mereka terlibat narkoba atau tidak.

“Terkait tindak pidana pelayaran bahwa Nakhoda berlayar tanpa SPB diancam pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 600 juta sesuai dengan pasal yang telah diatur dalam undang-undang. Untuk hasil tes urine semuanya negatif,,”jelas Irawan.

Pada kesempatan ini, Jenderal Bintang Satu itu pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terbujuk rayu oleh oknum agen TKI yang merekrut dan bekerja diluar negeri dengan upah yang menggiurkan. Sebab, sudah banyak contoh pengiriman TKI secara ilegal ini sangat berbahaya seperti beberapa waktu lalu. Yang mana Speedboat yang membawa TKI ilegal mengalami kecelakaan dan hampir semua penumpang tenggelam dan meninggal.

“Ini bukan pertama kalinya, tapi sudah berulang kali. Apa lagi saat ini kondisi cuaca dan laut kurang bersahabat sangat riskan terjadinya kecelakaan di laut. Ini tanggung jawab kita semua untuk mencegah penyelundupan secara ilegal,”pungkasnya.(ias)

Respon Anda?

komentar