DPRD Batam Dukung Penggusuran Ternak Babi di Duriangkang

907
Pesona Indonesia
Babi yang diternak warga di Dam Duriangkang yang diduga mencemari air Dam Duriangkang, Seibeduk, Minggu (22/1). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah kalangan legislatif Kota Batam meminta adanya relokasi untuk peternak babi di Dam Duriangkang. Mereka menilai penggusuran tanpa ada relokasi, bukanlah langkah yang tepat yang dilakukan BP Batam.

“Kita sepakat dikeluarkan dari Dam Duriangkang. Apalagi sudah mencemari air yang kita konsumsi. Tapi tak bijaksana juga kalau penertiban ini tanpa solusi,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Batam, Sallon Simatupang, kemarin.

Menurutnya, harus ada solusi bagi peternak untuk melanjutkan kegiatannya. Apakah itu di lahan yang belum digarap dengan sistem pinjam pakai, ataupun program tranmigrasi lokal (translok) yang diusulkan di RPJMD Wali Kota.

“Mereka juga punya keluarga dan anak. Kita dukung penertiban, tapi minimal diberi solusi lah,” kata politisi Nasdem tersebut.

Dikatakan Sallon, yang menjadi pertanyaan saat ini, kenapa harus berulang kali dilakukan penertiban. Artinya, pengawasan secara berkelanjutan tidak dilakukan BP Batam. Sehingga menyebabkan masalah ini terjadi terus menerus.

“Artinya, biar dam kita terjaga kebersihannya, BP Batam harus mengawasi secara kontinu. Jangan sampai ada lagi yang beternak disana,” tuturnya.

Udin P Sialoho, anggota Komisi IV mengaku sangat setuju bila penertiban dilakukan secepatnya. Selain menjaga kebersihan air dam Duriangkang, keberadaan peternak ini juga meresahkan masyarakat Batam saat ini.

“Bukan hanya saudara muslim saja, masyarakat non muslim pun tak ingin airnya tercemar,” kata Udin.

Menurut Udin, Batam memiliki banyak pulau yang tak berpenghuni. Ia menyarankan agar para peternak dan petani ini dikumpulkan kemudian direlokasi. Diberi pembinaan sehingga mereka bisa menjadi petani dan peternak yang modern.

“Jadi bukan lagi tradisional. Kita kan banyak pulau yang nganggur,” sambungnya.

Pemko Batam, kata Udin, harus tanggap dengan melihat situasi ekonomi saat ini.

“Seperti translok contohnya. Jadi mereka dibina, jangan hanya bisa dibinasakan saja,” sebut Udin.

imbul Sibuea, salah seorang peternak babi di Dam Duriangkang menolak ditertibkan jika tak ada relokasi dari BP Batam.

“Kita sadar salah. Tapi kalau tak ada solusi mau makan apa anak istri kami nantinya,” kata dia.

Suranto Sihombing, peternak lain mengaku, penggusuran yang dilakukan BP Batam ini bukan kali pertama. Diakuinya, para peternak mau saja meninggalkan area ini, asalkan BP Batam mau  menyediakan daerah relokasi yang lebih legal.

“Kalau cuma disuruh pindah, jelas kami tak mau,” ucapnya. (rng)

Respon Anda?

komentar