Petugas kebersihan menyapu kawasan Jodoh Boulevard, Rabu (8/6). Kawasan ini banyak kios kaki lima, sampah banyak, fasilitas pada rusak dan kumuh. Parahnya lagi tempat ini menjadi sarang preman buat mabuk-mabukan. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kawasan Jodoh Boulevard yang dibangun tahun 2007 di kawasan Tanjungpantun, Jodoh, dulunya diharapkan menjadi ikon Batam dengan kawasan taman untuk rekreasi keluarga di pusat kota. Tetapi kini sangat kumuh, banyak pedagang kaki lima (PKL), dipenuhi sampah, bahkan menjadi tempat judi dan transaksi prostitusi.

“Tujuan awal menjadi wajah kota Batam. Tapi sekarang amburadul tak terurus dan sudah tak nyaman lagi,” kata anggota Komisi III DPRD Batam, Rohaizat, Selasa (28/2).

Menurut Rohaizat, anggaran untuk membangun Jodoh Boulevard di Tanjungpantun pun tak sedikit. Anggaran sebesar Rp 3,2 miliar di ambil dari APBD kota Batam waktu saat itu. Termasuk juga bantuan tambahan anggaran dari provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Ini yang sangat kita sayangkan, anggaran besar tak sesuai kenyataan,” tuturnya.

Wakil Rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Lubukbaja itu menambahkan, Jodoh Boulevard dibangun dengan luas 50×750 meter dimana konsep awal taman bermain dan arena rekreasi bersama keluarga. Tahun 2016 dianggarkan dan pada tahun 2008 baru mulai dioperasikan.

“Saya lihat pembangunannya tak sesuai tujuan awal,” kata Rohaizat.

Bahkan kawasan ini sudah dipenuhi pedagang kaki lima yang menyebabkan beberapa hotel dan ruko yang ada di daerah tersebut gulung tikar. “Tak ada pengawasan, kios-kios liar dibiarkan berdiri hingga menjamur seperti yang terjadi saat ini,” kata Rohaizat.

Ia menambahkan, dari hasil pembicaraan dengan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi sempat disinggung tentang Jodoh Boulevard. Namun bagimana nasibkan apakah ditata ulang lagi atau dikembalikan ke bentuk semula belum ada keputusan pasti dari pemerintah daerah.

“Ya harapan kita dikembalikan ke tujuan awalnya. Kalau memang untuk taman bermain, buatlah taman bermain, jangan malah jadi ajang perjudian dan prostisusi,” tutur dia.

Dewan sendiri, lanjutnya meminta pemerintah kota agar secepatnya menanggapi kawasan Jodoh Boulevard ini. Bila memang mau ditata ulang kembali, DPRD sendiri siap menganggarkan di APBD Perubahan 2017 nanti. Komitmen yang kuat diminta dari sekarang.

“Karena kalau dibiarkan seperti ini, image Batam sendiri bakal hilang. Dan ternyata sampai sekarang belum pernah dianggarkan untuk ditata ulang kembali,” lanjutnya.

Sukaryo, anggota Komisi I DPRD Batam menilai, butuh upaya yang serius untuk menata ulang kembali Jodoh Boulevard.

“Sampai sekarang masih menjadi pertanyaan kami di dewan. Kenapa program ini berhenti dan tidak ada kejelasan sampai sekarang,” katanya.

Keseriusan menjalankan progtram ini juga menjadi tanggungjawab pemerintah kota Batam. Harus ada evaluasi dan keseriusan.

“Pemko Batam jangan setengah-setengah membangun Jodoh Boulevard ini. Karena penggunaan anggaran wajib dipertanggungjawabkan,” katanya. (rng)

Respon Anda?

komentar