Konselor Donald Trump, Kellyanne Conway (kiriL) memeriksa hasil fotonyae di Oval Office Gedung Putih. (AFP PHOTO/Brendan Smialowsk)

batampos.co.id – Selasa malam waktu setempat (28/2) atau pagi ini WIB (1/3), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, 70, akan memaparkan rencana pemerintahannya selama setahun ke depan.

Menjelang pidato penting tersebut, kontroversi masih tetap membayangi pengganti Barack Obama itu.

Tidak seperti naskah pidato pelantikannya pada 20 Januari lalu yang sempat diklaim sebagai buah pikirannya sendiri, kali ini Trump jujur. Dia menggandeng Stephen Miller dan beberapa ajudan lain untuk merumuskan pidato yang dibacakan tepat pukul 21.00 waktu setempat (sekitar pukul 09.00 WIB) tersebut. Hari ini gedung House of Representatives menjadi podium tertinggi Trump.

”Presiden akan berbicara tentang pembaruan semangat rakyat Amerika,” kata Jubir Gedung Putih Sean Spicer tentang tema pidato perdana Trump di hadapan Kongres AS. Kabarnya, Obamacare dan anggaran pertahanan yang besar akan mendominasi pidato tersebut. Pekan lalu Trump menegaskan bahwa lewat pidato yang disiarkan langsung ke seantero AS itu, dirinya akan menyuntikkan optimisme.

Tim Albrecht, ahli strategi Partai Republik, menyebut pidato itu sebagai peluang emas bagi Trump untuk memamerkan kecakapannya. Jadi, dia berpesan kepada suami Melania Knauss itu agar berhati-hati terhadap pilihan katanya. Apalagi, para politikus Demokrat sudah memastikan kehadirannya dalam event tersebut. ”Seperti yang selalu dilakukannya, Presiden Trump akan mengusung prinsip konvensional dalam pidatonya,” ujar Albrecht.

Menjelang hari besarnya, Trump justru memicu kegaduhan baru. Dalam wawancara dengan Fox News, dia menuduh Obama sebagai dalang unjuk rasa tokoh-tokoh Demokrat terhadap pemerintahannya yang baru seumur jagung.

”Saya yakin dia (Obama, Red) berada di balik semua ini,” ucap penguasa Gedung Putih itu dalam program Fox and Friends.

Saat itu, host minta tanggapan Trump soal rumor keterlibatan Obama dalam gerakan anti-Trump. Khususnya unjuk rasa di kantor Senat yang menghadirkan sejumlah tokoh penting pemerintah. Baik pejabat pemerintah yang masih aktif maupun mereka yang sudah mantan. Trump menyatakan bahwa Obama sengaja menjatuhkan reputasinya sebagai pemimpin karena alasan politik.

”Memang seperti itulah politik,” ucap Trump.

Dia yakin ada campur tangan Obama dalam aksi anti-Trump yang muncul di internal pemerintahannya. Sebab, selama ini orang-orang Obama-lah yang selalu berulah. Karena itu, dia meyakini bahwa orang-orang tersebut juga membocorkan banyak rahasia terhadap media agar citra pemerintah kian buruk.

Beberapa waktu lalu, Trump mengecam aksi sejumlah oknum pemerintah yang membocorkan rahasia negara. Sebagian besar adalah rahasia intelijen. Termasuk perbincangan telepon antara Trump dan Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull yang memantik ketegangan.

Juga, percakapan jarak jauh Trump dengan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto yang membuat rakyat Meksiko marah.

Sementara itu, Kellyanne Conway kembali jadi pusat perhatian. Senin malam waktu setempat (27/2), beredar foto yang memperlihatkan ketidaksopanan penasihat senior kepresidenan tersebut.

Dalam foto yang berlatar Oval Office tersebut, Conway tampak duduk bersimpuh di atas sofa dengan sepatu hak tinggi yang masih terpasang di kedua kakinya. Dia memegang smartphone yang difungsikan sebagai kamera.

”Conway dan sepasang sepatunya di sofa Oval Office. Masih konsisten dengan ketidaksopanan yang selama ini selalu ditunjukkan tim Presiden Trump,” tulis salah seorang pengguna Twitter, mengomentari foto santai Conway yang langsung menjadi viral tersebut. Di ruangan yang sama, Trump sedang menemui delegasi universitas dan kampus kulit hitam.

Hingga kemarin pagi, foto yang kali pertama diunggah fotografer AFP di Twitter itu diunggah ulang lebih dari 1.700 kali. Selain ditandai like oleh 1.600 pemilik akun Twitter, foto yang disebarluaskan media-media AS tersebut menerima sedikitnya 1.400 komentar. Bersamaan dengan hal itu, meme Conway langsung berseliweran di jagat maya.

”Jika (Susan E.) Rice atau (Valerie) Jarrett yang duduk dengan sikap yang sama seperti itu di Oval Office, saya yakin para politikus konservatif sudah berteriak-teriak dan membahasnya sampai berminggu-minggu. Tapi, yang sekarang ini memang murahan,” kritik Bret Stephens, kolumnis Wall Street Journal. Rice dan Jarrett adalah dua perempuan yang hampir selalu berada di Oval Office pada masa pemerintahan Obama.

Pose tak sopan Conway tersebut melengkapi daftar ketidaklayakannya sebagai penasihat kepresidenan. Bukan karena dia kurang cakap berstrategi atau berdiplomasi, melainkan karena perilaku dan tutur katanya. Conway yang digandeng Trump sejak masa kampanye itu beberapa kali bikin blunder. Mulai menciptakan istilah fakta alternatif hingga mempromosikan Ivanka Trump Clothing Line. (AFP/Reuters/CNN/usatoday/hep/c16/any/tia)

Respon Anda?

komentar