batampos.co.id – Polda Kepri akan mengamankan salah satu obje vital nasional yang berada di Karimun yakni PT Timah. Sebagai BUMN yang mendapatkan konsesi areal pertambangan seluas 45 ribu haktare di Karimun. Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian merasa perlu ada pengamanan khusus untuk melindungi aset negara ini.

“MoU ini berlaku selama dua tahun,” kata Irjen Pol, Sam Budigusdian setelah penandatangan MoU di Hotel Radisson pada Selasa (28/2).

Ia menyebutkan pengamanan Objek Vital Nasional merupakan atensi Presiden RI. Pengamanan ini untuk menjaga aset negara dari segala ancaman, yang dapat menganggu stabilitas produktivitas. Tetap berproduksinya PT Timah, maka menjadi hal positif bagi negara.

“Pendapatan untuk negara lancar,” ucapnya.

Sam menyebutkan dengan adanya MoU ini, beberapa personel Polda Kepri akan ditempatkan di lingkungan PT Timah. Dan bila terjadi gangguang keamanan yang menyebabkan terhambatnya produktivitas PT Timah. Maka Polda Kepri dapat melakukan peningkatan kekuatan di PT Timah, untuk mengamankan perusahaan tersebut dari gerakan-gerakan ilegal.

“Polisi akan selalu bekerja dengan profesional, modern dan terpercaya,” ungkapnya.

Sementara itu Direktur Utama PT Timah (persero) Tbk Mochtar Riza Pahlevi menyambut baik MoU ini. Baginya keberadaan polisi dalam pengamanan PT Timah, sangat membantu kelancaran usaha BUMN itu. Kata Riza, PT Timah tak hanya semata-mata melakukan kegiatan pertambangan saja di Pulau Kundur, Karimun. Tapi mereka juga memiliki smelter, untuk meningkatkan kandungan logam yang ada hingga memenuhi standar bahan baku produk akhir.

“Sat ini PT Timah berproduksi sebanyak 30 ton seharinya,” tuturnya.

Riza menyebutkan pihaknya juga ikut serta dalam pengembangan Pulau Kundur. (ska)

Respon Anda?

komentar