batampos.co.id – Cuaca ekstim angin ribut yang melada perairan kecamatan Senayang Lingga membuat kapal Roro tradisonal yang biasanya mengangkut siswa-siswi MTs Darul Qalam karam. Beruntung kapal tersebut masih dalam keadaan kosong sehingga tak ada korban jiwa.

Informasi yang diperoleh Batam Pos, roro tradisonal ini parkir di pantai pulau Sebangka, tempat sekolah swasta itu berdiri. Saat siang hari, cuaca ekstrim yang terjadi membuat kapal untuk mengangkut pulang siswa karam. Akibatnya sebanyak 64 orang siswa tidak bisa pulang begitu juga dengan tenaga pengajar tersebut.

“Roronya karam. Kami terkepung hujan, kelaparan dan basah semua di pulau Sebangka. Sampai pukul 15.00 WIB baik guru ataupun murid tidak bisa pulang,” kata Belsa guru MTs Darul Qalam dikutip dari akun facebooknya, Selasa (28/2) siang.

Setelah lama menunggu lanjut Belsa, sekitar pukul 15.30 WIB orang tua siswa baru menjemput anak-anak mereka. “Akhirnya dijemput sama orang tua murid menggunakan pompong. Karena tidak ada pelantar disebangka semua terpaksa mangarungi air laut setinggi pinggang orang dewasa,” lanjutnya.

Persoalan transportasi bagi anak-anak sekolah di kecamatan Senayang ini sebenarnya telah lama menjadi perbincangan. Namun belum juga ada perhatian dan solusi dari pemerintah daerah. Setiap harinya 64 siswa-siswi MTs maupun guru pengajar harus menggunakan tranportasi seadanya. Mengabaikan keselamatan dan kemananan demi menempuh pendidikan.

Sampai berita ini ditulis, seluruh siswa dan tenaga pengajar telah kembali kerumah masing-masing. Namun pihak kelurahan dan kecamatan belum dapat dihubungi. Persoalan telekomunikasi juga menjadi salah satu masalah dikecamatan Senayang yang juga perlu segera diselesaikan intasi terkait.(mhb)

Respon Anda?

komentar