Warga yang Tinggal di Pelantar Perlu Septic Tank Komunal

Umumnya masyarakat Anambas tinggal di pelantar dan pembuangan kotoran langsung ke laut. Foto Sya/batampos.

batampos.co.id – Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas berencana akan memaksimalkan penataan ruang khususnya yang ada di wilayah Tarempa dan sekitaranya. Pasalnya saat ini pertumbuhan atau pertambahan bangunan di Tarempa semakin banyak sehingga harus diadakan pengaturan yang lebih matang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas Augus Raja Unggul, mengatakan, pengaturan yang diutamakan yakni mengenai penataan kawasan padat penduduk yang ada di sekitar pantai kota Tarempa. Karena sudah semakin padat maka sedikit banyak berdampak pada kondisi air laut di Tarempa.

Ke depan pihaknya, akan mengupayakan membuat septic tank komunal yang ada di bawah pemukiman warga yang tinggal di atas laut supaya kotoran warga bisa ditampung dalam satu tempat sehingga tidak mencemari laut Tarempa.

“Kita arahnya kesana, septic tank itu nantinya juga akan didesain supaya air dari septic tank yang keluar ke laut sudah bukan berupa kotoran lagi tapi berupa air jernih,” ungkap Augus.

Jika dananya tidak bisa dipenuhi oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, maka pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan beberapa perusahaan migas yang ada di Anambas agar memberikan atau mengalirkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pembangunan septic tank komunal.

“Kalau APBD tak cukup kita bisa meminta kepusat dan juga berkoordinasi dengan perusahaan untuk mengalirkan CSR kearah itu,” ungkapnya lagi.

Oleh karena itu langkah awal yang akan dilakukan yakni akan menyusun dokumen perencanaan induk yang nantinya akan digunakan sebagai acuhan pembangunan. “Untuk merealisasikan itu, kita perlu membuat dokumen perencanaan induk, dupaya pembangunannya tidam melenceng,” jelasnya.

Seperti diketahui jika mayoritas warga Tarempa tinggal di atas air laut. Yang sering terlihat, warga sering membuang sampah dilaut dan juga menjadikan laut sebagai septic tank yang alami jadi kotoran mereka langsung nyemplung ke laut tanpa melalui septic tank.

Keadaan ini sudah berjalan sejak dulu karena tidak ada yang mengarahkan mereka. Dapat dijumpai di bawah rumah warga khususnya rumah yang berada di permukaan air laut, sudah biasa membuang sampai di laut dan menjadikan laut septic tank alami. (sya)

Respon Anda?

komentar