1000 Pedagang Miliki Lapak dan Kios Lebih dari Satu

Aktivitas jual beli di pasar KUD Tanjungpinang, Sabtu (4/2). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang mulai melakukan penertiban lapak dan kios di seluruh Kawasan Pasar Baru, KUD sampai Pasar Bintan Center. Penertiban itu dilakukan dari 1 Maret sampai April mendatang. Hasil dua hari penertiban ditemukan 1000 pedagang yang memiliki lebih dari satu lapak dan kios.

“Lapak dan Kios yang dikelola BUMD mencapai 5000 unit. Dari total itu didapati 1000an pedagang memiliki lebih dari satu tempat. Kasus inilah yang akan kami lanjutkan,” ujar Direktur Utama (Dirut) BUMD Tanjungpinang, Asep Nana Suryana ketika dikonfirmasi, kemarin.

Ternyata, kata Asep, kondisi pedagang yang memiliki lebih dari satu lapak dan kios itu sudah berjalan lama. Bahkan mereka sudah menjalankan praktik penyewaan dengan pedagang lain sebelum dirinya duduk dikursi BUMD. Sehingga untuk menertibkannya akan menguras waktu yang lumayan lama.

Tahap awal, lanjut Asep, dirinya akan mendata terlebih dahulu pedagang-pedagang tersebut. Selanjutnya mencari tahu asal usul yang memberikan penyewaan lapak dan kios lebih dari satu kepada pedagang.

“Kami akan data dulu nama-namanya. Setelah selesai, bagi pedagang yang memiliki tempat dari satu akan kami tarik hak sewanya,” jelasnya.

Kemudian, sambung Asep, lapak yang ditarik dari pedagang akan diberikan kepada pedagang lainnya. Namun pedagang tersebut harus memenuhi berbagai persyaratan. Semua ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadi praktik pungli.

“Selain pedagang kami juga tertibkan karyawan perusahaan ini. Bagi yang didapati bermain akan kami pecat,” tegasnya.

Sementara itu, Dewan Komisasris BUMD Tanjungpinang, Riono menegaskan akan melakukan evlauasi besar-besaran dikubu BUMD. Tujuannya untuk pembenahan serta peningkatan kinerja manajemen. Sehingga kedepannya struktur perusahaan daerah (perusda) tersebut akan lebih optimal lagi.

“Bagi karyawan yang bermasalah atau tidak mampu bekerja akan kami pecat. Jadi gak ada lagi yang bermain dibelakang layar,” ungkap Riono yang juga menjabat sebagi Sekda Pemko Tanjungpinang ini. (ary)

Respon Anda?

komentar