Alias Wello Ubah Lokasi Kumuh Jadi Pujasera Artistik

Alias Wello. Foto: Wijaya satria/batampos.

batampos.co.id – Bupati Lingga Alias Wello komit meningkatkan keindahan kota Dabo Singkep untuk meraih Adipura. Gerakan yang telah dimulai Bupati yang akrab disapa Awe ini salah satunya merubah kawasan kumuh di Jalan Kecil di tengah Kota Dabo, persisnya di Jalan KUD, antara Jalan Pramuka dan Jalan Perusahaan, menjadi pujaserah dengan disain artistik untuk menambah keindahan kota yang masuk dalam kancah peraihan Adipura tersebut.

“Konsep yang kami tawarkan untuk membuat lokasi ini tempat yang indah, artistik dan menjadi lokasi santai bagi warga,” ujar Alias Wello ketika meninjau pekerjaan pembangunan pujasera tersebut di tengah Kota Dabo, Kamis (2/3) lagi.

Saat meninjau lokasi pembangunan pujasera itu, Alias Wello yang mengenakan kaos orange bertuliskan Lingga Terbilang itu menyarankan sejumlah pekerja agar lebih cepat bekerja namun tidak mengindahkan keamanan serta kerapihan untuk mencapai hasil yang baik nantinya. Alias Wello juga meminta agar pembangunan itu selesai dalam waktu penyambutan agenda akbar nasional yakni, Adipura.

Sebelumnya, lokasi kecil di tengah kota itu terlihat kumuh, ditumbuhi sejumlah tanaman rumput terkesan semak dan tak terawat. Di dalamnya, ada bangunan reot nan kumuh. Parahnya lagi, ketika hujan turun, lokasi itu juga menjadi salah satu daerah penyebab banjir karena selokan yang kecil telah tertutup oleh semak dan sampah. Untuk itu, Alias Wello berkeinginan mengubah lokasi kecil itu menjadi kawasan indah di tengah kota.

Lebih lanjut Alias Wello mengatakan, kawasan tersebut setelah dirubah menjadi pujasera, akan dikelola oleh koperasi masyarakat yang tentunya akan meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu, kawasan tersebut juga akan digunakan untuk sejumlah kegiatan pengajian dan zikir bersama.

“Kawasan ini nantinya bukan hanya untuk tempat hiburan semata, tapi setiap Jumat akan diadakan pengajian dan zikir bersama,” kata Alias Wello.

Konsep yang diusung Alias Wello untuk lokasi tersebut adalah menjadikan puja sera yang mengemban wawasan lingkungan serta menambah ukhwah bagi seluruh masyarakat Dabo Singkep. Sekaligus menambah lokasi santai di tengah kota bagi warganya. Hal ini dianggap penting mengingat belum ada pujasera yang mengusung konsep tersebut.

Alias Wello mengaku akan terus melakukan sejumlah program terobosan untuk kepentingan masyarakat dan memajukan Tanah Bunda Melayu menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Kepri yang tergolong nyaman bagi penduduknya serta terbilang kompeten untuk dijadikan daerah rujukan percontohan. (wsa)

Respon Anda?

komentar