ilustrasi

batampos.co.id – “Kami sudah menerima laporan hasil tes urine yang bersangkutan positif narkoba. Dia langsung dicopot dari jabatannya, dengan sendirinya, semua tunjangan termasuk tunjangan jabatan hilang,” kata Kepala Badan Kepegawaian Diklat dan Sumber Daya Manusia Pemko Batam, M Sahir, Kamis (2/3).

Apa yang dibicarakan Sahir tak lain ialah Kasubbag Tata Usaha Setwan DPRD Kota Batam, Fauzi yang tertangkap tangan membawa sabu-sabu juga positif mengkonsumi narkoba.

Saat ini BKD Pemko Bata, masih menunggu keputusan hukum untuk Fauzi. Untuk sementara ia masih berhak menerima gaji sebagai PNS.

“Sekarang kan sedang proses dulu, kita lihat nanti hasilnya seperti apa,” ucapnya.

Terkait kasus ini, Sahir mengaku prihatin. Untuk itu dia berharap kasus seperti ini tidak lagi terulang dan meminta pegawai di lingkungan Pemko Batam bisa mengambil pelajaran dari kejadian tersebut.

“Sangat prihatin, ini mungkin pengaruh teman bergaul dan lingkungan,” ucap Sahir, mengira.

Dia mengatakan, seharusnya pegawai menjadi teladan bagi masyarakat umum. Namun sayang harapan tersebut tercoreng oleh ulah oknum pegawai tertentu.

“Rasanya gimana ya, pegawaikan contoh atau teladan. Ini justru dari kolega kami (pegawai) pula yang kena,” tutupnya.

Untuk diketahui, BNN Provinsi Kepri Sabtu (11/2) lalu sekitar pukul 00.15 WIB menangkap Fauzi. Saat diamankan, petugas menemukan sabu seberat 0.06 gram. Ketika tes urine, MF positif mengkonsumsi narkoba.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi beberapa hari setelah Fauzi diamankan menegaskan PNS yang berurusan dengan narkoba harus legawa menanggung segala kosekuensi hukum yang berlaku.

“Tidak mau (taati aturan), ya diproses. Kalau ada surat dari BNN ditahan kami akan berhentikan sementara, setelah itu kalau sudah putus (putusan bersalah) ya berhenti (dari PNS),” tegasnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar