Dua Pelaku Penggelapan Kendaraan dan Pencabulan Diringkus

batampos.co.id – Polsek Bintan Timur (Bintim) berhasil meringkus pelaku penggelapan kendaraan bermotor, Abdi Guna Surya ,27, dan pelaku pencabulan pelajar SMP, Antoni Wibisono ,18. Kedua pelaku diringkus dilokasi berbeda namun di waktu yang bersamaan, Rabu (1/3) sekitar pukul 22.00 WIB.

“Kedua pelaku sekaligus kita tangkap dalam hari dan waktu yang sama. Cuma tempatnya saja berbeda, pelaku penggelapan dibekuk di Kecamatan Toapaya dan pelaku pencabulan di Kecamatan Bintim,” ujar Kapolsek Bintim, Kompol Arya Tesa Brahmana ketika ekspose di ruangannya, Kamis (2/3).

Diungkapkannya, kasus penggelapan kendaraan bermotor Honda Supra tanpa nomor polisi (nopol) diketahui bedasarkan LP-B/04/III/2017Kepri/Res Bintan/Sek Bintim tanggal 1 Maret 2017.

Dalam laporan itu, kata Arya, pelaku tidak mengembalikan sepeda motor yang dipinjam dari seorang rekan yang berdomisili di Kijang, Kecamatan Bintim. Padahal pelaku sudah menggunakan sepeda motor hampir tiga minggu. Dikhawatirkan sepeda motor ini hendak dijual maka korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

“Pelapor merasa ditipu dan laporkan kejadian ini kepada kami. Beberapa jam kemudian kami ringkus pelaku di Jalan Gesek, Kecamatan Toapaya,” bebernya.

Sedangkan pelaku pencabulan, lanjut Arya, diungkapnya bedasarkan LP-B/02/II/2017/Kepri/Res Bintan/Sek Bintim tanggal 27 Februari. Dalam laporan itu, Kr (ibu korban) melaporkan anaknya telah dicabuli pelaku di dalam kamar rumahnya, Jalan Tokojo, Kecamatan Bintim.

Menindaklanjuti laporan itu, sambung Arya, anggotanya dikerahkan untuk melakukan pencarian. Beberapa hari kemudian akhirnya pelaku berhasil dibekuk tak jauh dari rumah kediaman korban.

“Pelaku dan korban tinggal satu komplek perumahan. Pelaku mencabuli korban dengan modus bujuk rayu. Karena korban masih di bawah umur (pelajar SMP-red), maka kami gelandang pelaku dari rumahnya ke Mapolsek Bintim,” jelasnya.

Akibat tindakan melawan hukum, masih Arya, pelaku penggelapan sepeda motor (Abdi-red) dijerat Pasal 372 KUHP dengan ancaman 5 sampai 7 tahun kurungan penjara.

Sedangkan pelaku pencabulan (Antoni-red) dijerat Pasal 81 Ayat 2 Jo Pasal 76 D Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan asa UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 7 sampai 12 tahun kurungan penjara.

“Kedua kasus ini masih dalam penyelidikan. Jika sudah ada hasilnya akan kami kabari lagi kerekan-rekan media,” ungkapnya.

Sementara itu, pelaku penggelapan sepeda motor, Abdi membantah jika dirinya dilaporkan sebagai pelaku penggelapan. Sebab dirinya sudah meminta izin kepada pemilik sepeda motor sebelum kendaraan itu digunakan. Bahkan dirinya selalu berkomunikasi dengan pemilik sepeda motor.

“Saya sudah minta izin sama pemiliknya pak. Saya gak ada niat mau gelapkan atau menjualnya. Motor itu saya gunakan hanya untuk mencari pekerjaan,” akunya.

Hal senada juga dikatakan pelaku pencabulan, Antoni. Dia tidak pernah memaksa ataupun mengancam ketika melakukan hubungan intim dengan korban. Bahkan hubungan cinta pertama kali itu dilakukan atas dasar suka sama suka.

“Korban minta temankan karena ditinggal sendiri dirumah pak. Kemudian korban ajak saya tidur dikamar. Makanya hubungan itu bisa terjadi pak. Tapi saya gak maksa malahan dia yang mau duluan,” sebutnya. (ary)

Respon Anda?

komentar