Bidang pengairan dinas PU tinjau kondisi drainase di Kampung Tanda Hulu. Foto: Hasbi/batampos.

batampos.co.id – Kabid Pengairan Dinas PU, Sumarno mengatakan pihaknya akan menggarap Detail Engineering Design (DED) dan Master Plan Kota Daik untuk pengendalian banjir. Hal tersebut mengingat ibukota kabupaten Lingga kerap menjadi langganan banjir saat curah hujan tinggi.

Pantauan di lapangan, setiap hujan deras luapan air sungai Tanda dan Daik selalu terjadi. Air dari Gunung Daik yang turun membuat perkarangan rumah warga selalu tergenang. Mulai dari kampung Tanda Hulu, Tanda Hilir, Seranggung, Kampung Putus, Kampung Mentok, Gelam dan Melukap.

“Kami akan garap DED dan Master Plannya dulu khusus pengendalian banjir di Ibukota Kabupaten,” kata Sumarno usai meninjau langsung sejumlah drinase dikampung Tanda Hulu, Kamis (2/3) siang.

Persoalan banjir ini kata Dia, menjadi atensi khusus dinas PU. Hal senada juga katakan Kadis PU Said Nursyahdu kepada wartawan Batam Pos.

“Sebenarnya hal ini sudah lama menjadi persoalan di ibukota kabupaten. Di pulau Lingga, kojoh (banjir red) besar boleh dibilang terjadi lima tahun sekali. Ini karena curah hujan tinggi,” kata pria yang lebih akrab disapa John ini.

Selain curah hujan tinggi, faktor lain di pulau Lingga adalah jarak sumber air dan laut cukup dekat. Saat air laut pasang dan curah hujan tinggi ditambah faktor sungai yang semakin mendangkal perlu segera dilakukan normalisasi.

“Jarak sumber air ke laut cukup dekat. Berbeda dengan wilayah lain. Sungai kita juga kurang dangkal. Drinase yang ada juga belum maksimal, ini akan jadi perhatian kami. Tahun ini kami ada defisi khusus sumber daya air (SDA) dan program-program pengendalian banjir akan kami lanjutkan,” pungkasnya. (mhb)

Respon Anda?

komentar