batampos.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Ranai mengeluarkan peringatan dini cuaca buruk di wilayah Natuna, sudah dua hari Natuna diguyur hujan dan belum reda.

Perakirawan BMKG Ranai Dany Pangestu mengatakan, BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi saat ini mencapai 4 meter di perairan Natuna.

Hujan saat ini juga disebabkan adanya sirkulasi angin tertutup di Laut Natuna bagian Barat perairan Pontianak dan belokan angin di Barat perairan Ketapang yang mendukung pertumbuhan awan hujan di daerah tersebut.

“Memang sudah dua hari ini terjadi hujan ringan. Itu disebabkan adanya sirkulasi angin Eddy. Namun ada peringatan dini, gelombang laut Natuna saat ini mencapai 4 meter,” katanya, Jumat (3/3).

BMKG sebut Dany, merekomendasikan cuaca buruk saat ini di wilayah Natuna. Tetap waspada terhadap awan gelap dan tebal. Karena berpotensi hujan lebat, guntur disertai petir dan angin kencang yang menyebabkan terjadinya gelombang tinggi secara tiba-tiba.

“Gelombang maksimum dapat kemungkinan terjadi, dan bisa dua kali lipat,” ujar Dany.

Cuacara buruk saat ini diperkirakan merupakan penghujung dari fenomena musim angin Utara. Sementara dampak yang dirasakan warga, harga ikan melonjak naik dari biasa, kisaran Rp 20 ribu naik menjadi Rp 40 ribu per ekor.

Arma, warga Ranai mengaku, harga ikan tongkol di pasar tradisional sudah mahal. Sebelumnya sudah mulai normal. Namun karena dua hari cuaca buruk, menjadi momen pedagang menaikkan harga ikan di pasar.(arn)

Respon Anda?

komentar