batampos.co.id – Jamal, 32, tewas 200 meter dari rumahnya. Jamal ialah suami Suliha, 30, (seorang ibu yang tewas dengan leher nyaris putus).

Siapa yang bunuh Suliha? Siapa yang hilangkan nyawa Jamal?

Kasus yang menggegerkan warga Kabupaten Bangkalan akhirnya terkuak. Polisi berhasil menangkap seorang pelaku. Dia adalah Iksan, 32, kakak ipar Jamal.

Iksan dibekuk di rumah Suliha pada Kamis (2/3) sekitar pukul 23.00. Dia membunuh Jamal karena tak terima adiknya (Suliha) tewas dengan mengenaskan. Iksan menduga bahwa Suliha dihabisi suaminya sendiri.

Hal itu diungkapkan Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo kemarin (3/3). Dia menyatakan, pihaknya sudah menangkap Iksan, kakak kandung Suliha. Penangkapan dilakukan setelah melalui beberapa penyelidikan, termasuk meminta keterangan sejumlah saksi. Anton menuturkan, Iksan gelap mata.

“Iksan yakin adiknya meninggal karena dibunuh Jamal. Karena itu, dia balas membunuhnya,” katanya.

Anton melanjutkan, tersangka termakan opini yang berkembang di kalangan masyarakat bahwa Suliha dibunuh Jamal. Iksan pun tidak terima dan main hakim sendiri.

“Sementara, itu saja pengakuan yang kami korek dari Iksan,” ucapnya.

Iksan berdomisili di Surabaya. Begitu mendengar kabar kematian adiknya, dia pulang ke kampung halamannya di Desa Parseh. Iksan ditangkap di rumah Suliha.

“Kami amankan tadi malam pukul 23.00. Dia tidak melakukan perlawanan dan kini sudah di bui,” ujar Anton.

Dalam kesempatan tersebut, Anton mengungkapkan kronologi tewasnya Jamal. Setelah tahlilan pada Rabu (1/3) sekitar pukul 21.00, Iksan menemui Jamal. Iksan mengajak Jamal ngobrol ke belakang rumah tetangga yang tak jauh dari rumah Suliha.

Di sana, Iksan bertanya soal tewasnya Suliha, termasuk pembunuh adik kandungnya itu.

“Namun, jawaban korban berbelit-belit. Bilang ini itu, ya akhirnya Iksan kalap. Pelaku membacok Jamal dengan sajam jenis celurit,” tutur Anton. (daf/gik/c18/end)

Respon Anda?

komentar