Dua bayi kembar siam Nur Rahma Fairuz Maknuniyyah (kiri) dan Nur Rahmi Fahira Nahlannisa (Rahma-Rahmi). Foto: Cyntia Latuma/RSAB untuk Batam Pos

batampos.co.id – Kondisi pertumbuhan Nur Rahma Fairuz Maknuniyyah dan Nur Rahmi Fahira Nahlannisa (Rahma-Rahmi), si bayi kembar yang berhasil dipisahkan pada 14 Agustus 2016 lalu semakin membaik.

Keduanya terlihat semakin aktif dan suka rebutan mainan. Hanya saja si kakak, Rahma, masih perlu perawatan lebih khusus lagi karena kondisinya memiliki kelainan jantung. Satu bilik di jantungnya tak berkembang.

“Rahma saat kecapekan nangis, bibirnya menghitam dan kukunya biru. Sesak juga,” tutur si ibu dari si kembar ini, Warmin Bahrudin kepada Batam Pos saat ditemui di RS Awal Bros Jumat (3/3) siang.

Kedatangan Warmin yang membawa Rahma ke RS ini kembali, lantaran mendapat kejelasan mengenai kelanjutan dari operasi yang akan dijalani anak pertamanya itu. Tahapan persiapan operasi kelainan jantung bawaan, sesuai keterangan tim dokter, diagendakan Selasa pekan depan.

“Itu paling cepat. Kami usahakan semuanya, lebih cepat akan lebih baik,” tutur dokter spesialis anak, konsultan neonatologi, Agus Harianto.

Rahma diagendakan terbang ke Surabaya, Selasa (7/3), guna menjalani operasi jantungnya di RS Dr Soetomo, Surabaya. Meski belum dapat memastikan kapan operasi akan dilangsungkan, Agus menjelaskan proses persiapannya akan berjalan panjang.

Persiapannya meliputi persiapan fisik dan juga kondisi jantungnya. Selain itu, kesiapan administrasi pun menjadi kesibukan lain sebelum operasi berlangsung.

“Harus kami telaah lagi apakah Rahma masih memenuhi syarat untuk operasi? Tak tertutup kemungkinan kita terlambat,” terang Agus.

Ketua Tim Kembar Siam Kepulauan Riau, dr Indrayanti menjelaskan bahwa RS Awal Bros menegaskan ibu kandung Rahma telah bersedia melanjutkan operasi ke Surabaya.

Pihak RS Dr Soetomo pun telah memberikan lampu hijau untuk disegerakan proses serah terima Rahma.

“Awal Bros melengkapi administratif dan surat rujukan. Karena bagaimana pun juga instansi tetap harus memiliki dasar dokumen dan administratif selanjutnya,” terang Indrayanti.(aya)

Respon Anda?

komentar