Masalah Ternak Babi BP Batam Koordinasi dengan Pemko Batam

Babi yang diternak warga di Dam Duriangkang yang diduga mencemari air Dam Duriangkang, Seibeduk, Minggu (22/1). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Relokasi para peternak babi menjadi problema bagi Badan Pengusahaan (BP) Batam sebelum penertibannya. Penundaan penertiban peternakan babi liar di sekitar Dam Duriangkang menjadi lambat diduga karena memikirkan hal ini. Soalnya di Batam memang tidak diperuntukkan untuk wilayah peternakan dan seandainya pun ada, maka tidak ada lahan lagi sebagai tempat relokasi.

“Masalah ini yang kami sebenarnya sangat kami pikirkan. Karena Batam tidak ada lahan lagi untuk relokasi. Namun kami akan coba berkoordinasi dengan Pemko Batam, jikalau ada pulau-pulau lain sekitar Batam yang masih kosong dan bisa menjadi lahan relokasi,” ungkap Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar, Jumat (3/3) di Kantor BP Batam.

Jika tidak segera ditertibkan, BP Batam takut kotoran dari babi-babi liar akan mencemari Dam Duriangkang, mengingat dam tersebut merupakan sumber dari 70 persen air baku bagi warga Batam.

“Kami telah mengajak berbagai pihak untuk diskusi soal ini. Bagaimana cara menertibkan para peternak ini dengan baik,” katanya.

Namun dengan alasan apapun, BP Batam tetap akan menertibkan peternakan babi liar pada bulan ini. “Tetap akan kami tertibkan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Selain babi liar, BP Batam juga telah menertibkan sejumlah permasalahan lainnya yang mengancam Dam Duriangkang seperti keramba ilegal, penebangan kayu liar, rumah liar, dan lainnya.(leo)

Respon Anda?

komentar