Hal yang Terjadi jika Tak Cuci Darah

ilustrasi

batampos.co.id – Penyakit ginjal merupakan penyakit kronik yang bukan tiba-tiba muncul. Usia muda saat ini bisa saja sudah mulai terserang penyakit ini karena gaya hidup tak sehat dan stres yang tinggi akibat pekerjaan.

Seseorang yang sudah mengalami Gagal Ginjal Terminal (GGT) harus menjalani pengobatan hemodialisis, peritoneal dialysis, dan transpalantasi ginjal.

Hemodialisis atau akrab disapa dengan istilah “cuci darah” adalah proses pembersihan darah dari zat-zat sampah, melalui proses penyaringan luar tubuh.

Artinya hemodialisis menggunakan mesin sebagai pengganti fungsi ginjal menyaring darah. Penyakit ginjal merupakan proses tahunan. Bisa jadi sebelumnya seseorang tersebut memang sudah memiliki riwayat penyakit diabetes tanpa disadari.

Dilansir dari Pusat Jantung Nasional RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Sabtu (4/3), komplikasi yang paling sering dari tindakan hemodialisa adalah hipotensi atau tekanan darah turun, aritmia atau gangguan irama jantung. Komplikasi lain yang bisa terjadi adalah hipertensi, ketidakseimbangan elektrolit, sindrom disegulibrium, infeksi, dan pendarahan.

Namun akan lebih berbahaya jika pasien tidak melakukan cuci darah dengan jadwal yang sudah ditentukan. Pasien bisa mengalami penurunan gangguan kesadaran seperti meracau:

Gangguan Kardiovaskular. Pasien gagal ginjal yang tidak melakukan cuci darah akan mengalami gangguan keseimbangan elektrolit yang berakibat kepada gangguan pernapasan dan gangguan kardiovaskular.

Peningkatan Racun. Peningkatan racun karena racun di dalam tubuh tidak terbuang. Racun tersebut seperti ureum dan kreatinin yang tinggi dapat mengakibatkan gangguan lambung seperti mual dan muntah. Lalu tidak nafsu makan.

Penurunan Kesadaran. Gangguan kardiovaskular dan penurunan kesadaran atau gangguan neurologi. (cr1/JPG)

Respon Anda?

komentar