2018 Karimun Bebas Banjir

Camat Tebing Herisa Anugerah ketika turun langsung melihat kondisi warga kampung baru Tebing yang terkena banjir beberapa waktu lalu. Foto: ist

batampos.co.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Muhammad Zulfan, saat ini sedang menghitung dan merencanakan revitalisasi drainase di seluruh wilayah Kabupaten Karimun. Untuk mengatasi terjadinya banjir, terutama dititik-titik yang sering terjadi banjir. Sehingga, benar-benar tuntas di tahun 2018 mendatang.

”Sesuai arahan Pak Bupati dan Wakil Bupati yang beberapa waktu lalu turun langsung ke lapangan. Kita desain semuanya, drainase yang akan mengarah ke laut secara keseluruhan,” katanya, kemarin (5/3).

Namun demikian, lanjutnya ia berharap kepada masyarakat ketika drainase nanti sudah direvitalisasi jangan buang sampah di drainase tersebut. Sebab, selama ini banyak ditemukan dalam drainase-drainase yang tersumbat dikarenakan banyaknya sampah rumah tangga.

”Nah, kalau pembebasan lahan cukup besar biayanya dan prosesnya juga panjang. Jadi salah satu cara yaitu revitalisasi drainase yang ada. Dan saat ini ada enam titik diprioritaskan untuk ditangani terdahulu, salah satunya di depan kantor DJBC Kanwil Kepri drainasenya kita perlebar,” ungkapnya.

Sementara itu Camat Tebing Herisa Anugerah salah satu wilayah yang terkena banjir, telah berkomitmen untuk meminimalisir banjir yang terjadi diwilayah kecamatan Tebing. Salah satunya, dengan mengeluarkan keputusan Camat Tebing no 10 tahun 2017 tentang penunjukkan dan pengangkatan penanggungjawab program kebersihan di lingkungan RT dan RW se kecamatan Tebing.

”Jadi kebersihan lingkungan tanggungjawa RT dan RW dimasing-masing wilayah. Tujuannya tidak lain, untuk meminimalisir banjir dan melaksanakan gotong royong setiap hari Minggu,” kata Herisa Anugerah.

Dimana, kecamatan Tebing mempunyai 76 RT dan 23 RW yang tersebar 4 Kelurahan dan 1 Desa. Dengan melihatkan, RT dan RW secara otomatis warga mau tidak mau harus melakukan gotong royong untuk membersihkan daerahnya. Artinya, bagaimana merubah menset warga untuk peduli terhadap lingkungan.

”Pokoknya kita libatkan semuanya, mulai tingkat Kecamatan, Kelurahan, Desa dan RT,RW serta masyarakat itu sendiri. Semuanya, dijadwalkan sesuai permintaan pihak RT, RW setiap minggu secara bergiliran, serta himbauan untuk masyarakat kita tempelkan ditempat umum,” ungkapnya.(tri)

Respon Anda?

komentar