Para peserta melepas perahu jong miliknya saat mengikuti lomba Jong di Pantai Melayu Nongsa, Minggu (5/3). Sebanyak seribu lebih mmengikuti lomba olahraga hiburan ini diikuti baik dari Batam maupun dari daerah lain. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ribuan warga Batam memadati Pantai Melayu Nongsa, Minggu (5/3). Selain untuk pergi berlibur pada akhir pekan, mereka juga ingin melihat perlombaan Jong yang dimulai sejak Jumat (3/3) lalu.

Setiawan, 30, salah seorang warga Tiban mengatakan, ia sangat antusias bisa kembali melihat permainan tradisional masyarakat melayu ini. Ia sengaja untuk datang ke Pantai Melayu hanya untuk melihat perlombaan Jong.

“Permainan (Jong) ini saya kenal waktu saya kecil dulu. Saya masih ingat betul, bagaimana orang tua saya mengajarkan saya untuk membuat Jong,” katanya.

Dijelaskan oleh Setiawan, pada saat ia masih berusia belasan tahun atau duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), ia mengaku cukup mahir dalam membuat perahu layar tersebut.

“Dulu saya pandai, tapi sekarang dah tak pernah buat lagi. Jadi sedikit lupa,” tuturnya sembari tersenyum mengingat masa lalunya.

Pria yang kental dengan logat Melayu ini telah datang ke Pantai Melayu sejak pagi hari bersama istri dan satu orang anaknya. Ia mengetahui adanya perlombaan ini setelah membaca di berita di surat kabar.

“Semalam saya baca di Batam Pos adanya perlombaan Jong ini. Makanya tadi malam saya langsung mengajak istri untuk datang ke sini. Kebetulan hari ini juga libur kerja,” akunya.

Warga lainnya, David, 26, mengaku memang sengaja datang ke Pantai Melayu untuk mengenal lebih dalam lagi tentang permainan rakyat yang tetap dipertahankan secara turun temurun ini.

“Saya memang hobi sekali belajar budaya masyarakat setempat yang tetap dipertahankan hingga saat ini,” katanya.

Ia mengatakan, rasa penasaran dan kunikan setiap budaya yang tersebar di Indonesia yang membuatnya tertarik untuk mengenal hingga mempelajari setiap kebudayaan itu.

“Indonesia ini negara yang sangat kaya, sayang rasanya jika kebudayaan yang bagus seperti ini tidak terekspose hingga keluar negeri. Saya saja yang asli orang Indonesia selalu kagum dengan budaya Indonesia” tuturnya. (cr1)

Respon Anda?

komentar