Pak Wali, Warga Batuaji Butuh Taman Bermain

514
Pesona Indonesia
Batuaji butuh taman bermain.
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ruang terbuka hijau atau taman di Wilayah Sagulung dan Batuaji sangat minim. Hal tersebut dikeluhkan banyak warga yang ingin memiliki tempat untuk bersantai ditengah hiruk-pikuk aktivitas kota.

Sebagai kawasan yang paling padat, memang tidak salah, jika warga sekitar menginginkan ruang terbuka.

Adapun taman TMP Bulang Gebang, Batuaji yang kondisinya saat ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya, masyarakat juga enggan berkunjung. Pasalnya, fasilitas seperti lampu tidak ada. Lokasi ini juga kerap dijadikan preman untuk memalak pengunjung.

Saat malam seram. Rawan tindak kriminal juga,” ujar Saiful, salah seorang warga Perumahan Buana Raya, Sagulung.

Begitupun dengan kondisi taman bermain anak-anak yang ada di kawasan  SP Plaza. Taman ini begitu gersang. Fasilitas yang ada pun kurang memadai.

“Taman di sini memang sangat minim. Kalaupun ada, banyak yang fasilitas yang tidak memadai,” katanya.

Di taman bermain di kawasan tersebut hanya memiliki satu prosotan anak-anak. Dia mengatakan, kekurangan taman maupun ruang terbukan sangat mempengaruhi kondisi lingkungan, seperti sumpek, polutif dan tidak sehat. Selain itu sesama warga juga kurang dapat berinteraksi dengan nyaman karena kurangnya sarana atau ruang untuk berinteraksi.

“Kalau ada taman kan enak, sore-sore bisa ajak keluarga untuk bersantai dan berintekasi dengan warga lain. Ini gak, sudah wilayahnya padat, tamannya pun kurang,” ucap Saiful.

Begitupun di taman Tunas Regency, Sagulung. Taman ini hanya memiliki lahan kosong dengan rerumputan dan tulisan batu semen yang bertuliskan ‘Tunas Regency’. Lokasi dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk menikmati rekreasinya di sore hari.

“Ya, karena gak ada taman, kita cuman bisa main di sini, dengan fasilitas seadanya,” kata Sulistya warga Taman Carina, Batuaji.

Sementara itu, Sekretaris Camat Batuaji, Sutikno mengatakan memang di wilayah Batuaji sangat minim ruang terbuka maupun taman. Hal tersebut dikarenakan minimnya lahan yang ada diwilayah tersebut.

“Tahun ini belum ada pembangunan taman, tapi insya Allah tahun 2018 akan kita bangun,” katanya.

Rencananya taman tersebut akan dibangun di lahan yang masih ditempati kios liar di belakang Genta dua hingga Pasar Aviari.

“Dalam waktu dekat akan kami usulkan. Beberapa waktu lalu kami sudah berkoordinasi dengan anggota dewan dapil Batuaji, mudah-mudahan akan kami sosialisasikan kepada pemilik kios liar,” tutupnya. (cr19)

Respon Anda?

komentar