batampos.co.id – Program cetak sawah yang diresmikan langsung Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman 2016 lau di Desa Bukit Langkap, Lingga berubah menjadi Danau. Hujan deras yang terus terjadi membuat ratusan hektare sawah yang dicetak terendam banjir, Sabtu (4/3) kemarin.

Akibatnya, benih padi yang telah disemai Gapoktan tersebut kembali direndam banjir untuk sekian kalinya.

Kades Bukit Langkap, kecamatan Lingga Timur Sudarmin membenarkan hal ini. Banjir kali ini kata Sudarmin menjadi yang terburuk sejak ia memimpin desa tersebut.

“Memang setiap tahun, lokasi yang dicetak sawah itu jadi langganan banjir. Tapi biasanya akhir tahun. Kali ini diluar prediksi,” kata Sudarmin.

Biasanya, memasuki bulan Maret wilayah tersebut musim kemarau. Namun sejak bulan Februari lalu, hujan deras terus mengguyur lintas timur yang digadang-gadang pemkab dan Kementan sebagai serangan balik ekspor beras organik ke negara-negara tetangga.

Meski lahan sudah terbuka luas, baru 1 Hektare lahan yang ditanami padi. Sedang 1 Hektare lagi akan dilakukan pindah tanam. Namun saat ini akibat banjir, padi dan benih yang siap tanam kembali direndam banjir.

“Sepekan terakhir hujan terjadi hampir setiap hari. Jika tidak ada hujan susulan, sore biasanya sudah surut. Jalan umum masyarakat lintas timur juga tidak bisa dilewati. Untuk lewat kendaraan warga diangkut menggunakan truk,” pungkasnya. (mhb)

 

Respon Anda?

komentar