Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul. Foto: batampos.

batampos.co.id – Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul mengaku tidak ingin melihat seluruh putra dan putri daerah ini terobsesi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebab pekerjaan sebagai ASN tidak menjamin seseorang menjadi kaya dan bisa berleha-leha. Melainkan pekerjaan yang penuh tanggungjawab dan beresiko besar.

“Saya juga bingung, rata-rata putra dan putri daerah mengejar baju coklat (ASN-red). Padahal ASN tidak akan membuat kita kaya,” ujar Syahrul dihadapan 1500 mahasiswa dalam acara Seminar Nasional Kepemimpinan dan Kewirausahaan Pemuda Mandiri 2017 di Asrama Haji Tanjungpinang, Minggu (5/3).

Lulus kuliah harus menjadi ASN , kata Syahrul, merupakan pemikiran yang sangat kolot. Sebab posisi ASN bukanlah segala-galanyanya atau profesi yang menggiurkan. Melainkan sebuah tugas pengabdian kepada negara tanpa menuntut apapun.

Apabila ingin sebuah pekerjaan yang cepat suksesnya, lanjut Syahrul, jadilah wiarusaha atau pengusaha. Karena peluang usaha sangat terbuka lebar bagi siapapun. Sedangkan ASN peluangnya sangat kecil dan terkhusus.

“Sebenarnya kerja dimana saja bisa menghasilkan manfaat yang besar. asalkan ada azam, kemauan, komitmen dan tekad yang kuat. Rubalah menset kearah yang maju dan jangan berpikir ASN itu segalanya,” jelasnya.

Syahrul berharap generasi muda Tanjungpinang bisa menanamkan pola pikir yang kreatif dan inovatif. Sehingga bisa berpartisipasi dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Untuk mencapai harapan itu, sambung Syahrul, mulailah dengan gerakan menjadi pengusaha. Buatlah suatu usaha dari yang kecil terlebih dahulu. Kemudian secara bertahap akan menuai kesuksesaan dan akan menjadi pengusaha besar.

“Bergeraklah di dunia usaha. Menjadi pengusaha selain cepat kaya juga bisa bermanfaat bagi lainnya. Karena dengan membuka usaha otomatis terbuka lapangan kerja sekaligus memberi kontribusi bagi daerah,” ungkapnya. (ary)

Respon Anda?

komentar