Trauma Berkendara di Batam

ilustrasi

batampos.co.id – Santi dan Ulan nyaris jadi korban begal tiga pria tak dikenal di kawasan Seipanas, Minggu (5/3) dinihari. Untungnya mereka cepat sadar dan kemudian memutar arah kendaraan ke lokasi yang ramai.

Diceritakan Santi, saat itu ia besama Ulan baru saja selesai makan di sebuah warung di Simpang Coin, Seipanas. Namun di tengah jalan, sepeda motor Santi yang melaju didepan tiba-tiba disalip sepeda motor tak dikenal.

“Sepeda motor itu langsung berhenti mendadak tak jauh didepan kami. Saat berhenti mereka langsung melihat kearah kami,” kata Santi, kemarin.

Menurut dia, sepeda motor itu dinaiki tiga orang pria yang terlihat masih remaja. Mereka langsung berdiri dan seakan ingin mencegat kendaraan Santi dan rekannya.

“Gerak-gerik mereka mencurigakan. Mereka melihat kearah kami, seakan menunggu kami lewat,” terang Santi.

Mencium ada yang tidak beres, Santi akhirnya memutar laju kendaraannya. Ia tancap gas menuju ke arah yang banyak warga.

“Jaraknya sudah belasan meter. Mereka sudah mau gerak ke kami, mungkin karena kami putar arah ke tempat yang ramai makanya tak dikejar,” ungkap Santi.

Sementara Ulan, rekan Santi masih trauma jika mengingat hal tersebut. Apalagi, kawasan yang akan mereka lewati agak sepi karena ruko-ruko pada tutup.

‘Kami baru pulang nonton, makanya singgah makan dulu sebelum pulang. Ternyata sudah ada yang mengintai kami,” terang Ulan.

Meski nyaris menjadi korban begal, Ulan mengaku tak melaporkan kejadian itu ke polisi. Ia hanya berharap agar kaum perempuan lebih  berhati-hati berkendaraan di malam hari.

“Tak melapor, nggak ada yang hilang juga. Cuma kalau ingat itu, jadi takut lewat jalan sepi,” pungkas Ulan. (she)

Respon Anda?

komentar