ilustrasi

batampos.co.id – Warga Batam hebat. Beda dengan daerah lain di tanah air, warga batam tidak memperoleh subsidi dari layanan listrik.

PLN yang ada di Batam pun bukan PLN (persero) tetapi PLN swasta. Pelayanan Listrik Nasional, demikian kepanjangannya. Untuk membedakan PLN Batam menyebut dirinya sebagai bright PLN Batam.

Meski pun tidak memperoleh subsidi warga Batam tetap bersyukur sebab layanan kelistrikan sudah baik. Tidak seperti kawasan lain yang sering byar pet.

PLN Batam sebagai perusahaan yang melayani kelistrikan pun mengapresisasi kehebatan warga Batam dengan memberikan layanan prima. Keandalan dan tarif yang lebih murah.

Loh, tidak ada subsidi kok tarif lebih murah?

“Sebab kami melakukan mixed fuel,” ujar Corporate Secretary bright PLN Batam, Samsul Bahri.

PLN Batam awalnya hanya memiliki pembangkit dengan bahan bakar solar. lalu dikembangkan dengan MFO (marine fuel oil), lalu PLN Batam memiliki pasokan gas dan terakhir ialah pembangkit dengan energi batu bara.

Itu ialah salah satu, ada cari lain. Yakni mewujudkan pelayanan maksimal menjaga agar pasokan listrik tetap sampai ke pelanggan. Sistem kelistrikan PLN Batam sudah melingkar (loop).

“jadi apabila ada gangguan di satu titik, pelanggan disekitar titik tersebut bisa lebih cepat menikmati aliran listrik kembali dengan melakukan manuver kelistrikan.

Bahwa saat ini PLN batam mengajukan penyesuasain tarif tak lain ialah sebab kebutuhan. PLN Batam ingin memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan.

Samsul Bahri mengungkapkan bawah usulan kenaikan tarif semata-mata diajukan untuk menjamin kelangsungan dan eksistensi layanan PLN Batam. Bukan untuk mencari keuntungan yang lebih besar untuk perusahaan.

“Angka yang diusulkan juga masih dalam batas kewajaran dan kemampuan masyarakat Batam,” ujar Samsul.

Untuk itu, dia berharap kenaikan tarif listrik ini dapat diterima semua kalangan, terutama kalangan pelanggan rumah tangga golongan tarif (R-1) 1.300 VA dan 2.200 VA.

Angka itu pun masih dibawah tarif listrik di kawasan lain yang dilayani oleh PLN (persero).

Selain menjual di bawah BPP, serta mensubsidi pelanggan konsumtif, anak perusahaan PT PLN (Persero) ini tak mendapatkan Penyesuaian Tarif Listrik Berkala (PTLB) sejak tahun 2014 lalu. Keadaan ini menyebabkan kondisi keuangan PLN Batam terus memburuk dan penyesuaiannya terakumulasi.

“Kondisi keuangan kita (PLN Batam) sudah berada di titik nadir. Apalagi, harga komponennya terus berubah. Seperti harga energi primer, dolar, dan inflasi.Berbeda dengan induknya PT PLN (Persero) yang memberlakukan automatically tariff adjustment sehingga tidak repot-repot mengajukan penyesuaian tarif karena otomatis naik atau turun jika 3 (tiga) komponen tadi mengalami perubahan.” papar Samsul.

“Rencana penyesuaian tarif listrik PLN Batam masih jauh lebih murah dibanding tarif nasional atau tarif PT PLN (Persero),” ungkap Samsul Bahri. “Saat ini tarif listrik nasional per-kWh berada dikisaran Rp.1.467/kWh (Februari dan Maret), sementara usulan tarif yang diusulkan PLN Batam masih pada angka .1.352/kWh, masih lebih murah 8.08% ketimbang tarif nasional.”

“Beginilah cara kami untuk menjadi bagian dari batam yang hebat,” ututpnya. (ptt)

Respon Anda?

komentar