ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Dinas Cipta Karya Batam Suhar mengatakan dari total penduduk Batam di hinterland sebanyak 56 ribu jiwa, hanya 29 persen atau 16.240 jiwa.

“Sisanya belum terlayani air bersih,” kata Suhar, di Kantor Walikota Batam, Selasa (7/3). Dari angka yang terlayani tersebut, didapati¬† 71 persen atau 39.760 jiwa masyarakat hinterland belum terlayani.

Suhar menyebutkan, lima tahun ke depan pihaknya merencanakan 40 persen warga hinterland terlayani. Artinya, proyeksi peningkatan sebesar 11 persen.

“Ini sesuai rencana Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) kita,” terangnya.

Mewujudkan hal ini, bagi daerah hinterland yang tak punya air baku, tak ada pilihan lain yakni memanfaatkan air laut yang diolah jadi air bersih. Seperti yang dilakukan di Belakangpadang, yang telah dibangun fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), yang diprediksikan bisa dipasang 1500 sambungan.

“Sekarang baru 250 sambungan, tahun ini kita tambah 500 lagi, tahun depan (2018) kita tuntaskan. Yang 250 ini, lagi konfigurasi auto alatnya, sudah OK kita alirkan April,” ucapnya.

Sementara itu yang punya persediaan air baku, juga akan dipersiapkan aliran air. “Seperti di pulau abang,” tutupnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar