ilustrasi lahan. foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mengungkapkan buruknya master plan lahan di Batam selama ini. BP Batam bahkan menyebutnya sangat kacau sehingga perlu pemetaan ulang di beberapa titik.

“Supaya kesalahan masa lalu tak terulang lagi, perencanaan tata ruang masa lalu sangat kacau,” ungkap Eko Santoso, Deputi III BP Batam,  Selasa (7/3).

Eko menegaskan prioritas pemetaan ulang tata ruang ada di lahan-lahan yang masih bisa dialokasikan dan lahan-lahan terlantar yang diambil kembali BP Batam.

“Dalam satu lokasi, jika ada empat atau lima titik, maka kami akan buat master plannya,” ujarnya.

Eko juga mengungkapkan banyak menjumpai pemilik lahan yang telah mendapat penetapan lokasi (PL) terkendala saat akan membangun. Eko mengaku sudah memplototi semua model alokasi lahan tersebut.

“Masa ada pondasi ketika akan dibangun, rupanya berada di atas atap rumah orang. Kami tak mau kejadian itu terulang lagi,” ungkapnya.

Sedangkan untuk problem lahan tidur, Eko menjelaskan dari 174 pemilik lahan tidur yang ada. Hanya 130 yang mampu bersikap kooperatif.

“Kemarin delapan, nanti ada tiga. Kami pasti akan mencabutnya,” sebutnya.

Dari 130 pemilik lahan, ada tujuh yang sudah mengajukan rencana bisnis ke BP Batam untuk mendapatkan pembatalan prioritas. Dengan kata lain, alokasi lahan dengan perjanjian lama dibatalkan, kemudian diganti dengan yang baru dengan sejumlah syarat yang sudah ditentukan.

“Jika disetujui rencana bisnisnya, maka harus bayar 1/30 nilai UWTO. Dan jika disetujui maka akan mendapat alokasi lahan baru di tempat yang sama,” tegasnya. (leo).

Respon Anda?

komentar