Pengendara sepeda motor melintas di Jembatan Nato, Sagulung inilah Tio di begal malam hari, Sabtu (25/2). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Polisi tangkap tiga pemuda yang diduga memalak dan membacok Tio Arisandi, warga perumahan Batuaji Riau Bertuah (BRB) Sagulung, di jembatan Nato, Sagulung, Sabtu (25/2), lalu.

Tiga pemuda yang masih dirahasiakan identitasnya itu diakui Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto ada di lokasi kejadian saat Tio dibacok.

“Mereka mengaku tidak terlibat dengan aksi pembacokan, tapi tiga orang itu ada di lokasi saat kejadian itu,” ujar Hendrianto, Selasa (7/3).

Dari keterangan ketiga pemuda itu sambung Hendrianto, Tio dibacok oleh seorang pemuda lain yang berinisial Ba. Ba sendiri dikenal sebagai pemuda yang memang kerap berbuat onar di sekitar lokasi kejadian.

“Dia (Ba) tetangga korban juga. Mereka bahkan satu sekolah dulu,” ujar Hendrianto.

Ba sendiri saat ini masih dalam pengejaran anggotanya sebab sudah menghilang sejak kejadian itu.

“Saat kejadian memang ramai mereka ngumpul, tapi kata kawan-kawannya yang sudah ditangkap ini, cuman dia sendiri yang bacok korban,” kata Hendrianto.

Motif pembacokan sendiri belum dipastikan oleh Hendrianto, sebab tiga rekan pelaku yang diamankan mengaku tidak tahu persoalan kenapa korban dibacok oleh pelaku.

“Mereka mengaku hanya duduk saja saat kejadian itu. Si pelaku ini yang datangi dan bacok korban sendiri. Belum pasti apakah motifnya pemalakan atau apa,” terangnya.

Meskipun status ketiga pemuda yang sudah diamankan itu dengan kasus pembacokan itu belum pasti, namun ketiga pemuda itu kata Hendrianto juga memiliki catatan kriminal lain dengan laporan terdahulu.

“Ketiganya pernah aniaya orang dan laporan ke polisi ada, makanya untuk sementara waktu kasus penganiayaan itu dulu kami kenakan ke tiga pemuda itu,” ujar Kapolsek.

Tio sendiri sampai siang kemarin belum diambil keterangan oleh polisi. Itu karena Tio masih menjalani pemulihan setelah keluar dari rumah sakit Santa Elisabeth sepekan yang lalu.

Sementara Zulkarnen ayah Tio kepada wartawan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke pihak kepolisian. Dia berharap agar para pelaku secepatnya ditangkap dan dihukum setimpal.

“Mau berapa orangpun mereka tangkap semua Pak. Biar aman kampung kami ini,” ujar Zulkarnaen.

Sebelumnya warga di sekitar jembatan Nato mengaku cukup resah dengan keberadaan sekelompok pemuda bersepeda motor yang kerap melakukan balap liar, palak, begal dan juga jambret. Sudah banyak korban akibat kelakukan brutal kelompok pemuda tersebut. (eja)

Respon Anda?

komentar